Pertemuan Pertama Pokja Pendidikan G20, Mendikbudristek: Pembelajaran Harus Relevan dengan Abad 21

redaksi - Kamis, 17 Maret 2022 11:11
Pertemuan Pertama Pokja Pendidikan G20, Mendikbudristek: Pembelajaran Harus Relevan dengan Abad 21Pertemuan Pertama Kelompok Kerja (Pokja) Pendidikan G20 atau First Meeting Education Working Group (EdWG) 2022 dimulai Rabu, 16 Maret, di Yogyakarta. (sumber: www.kemdikbud.go.id)

YIGYAKARTA (Floresku.com) - Pertemuan Pertama Kelompok Kerja (Pokja) Pendidikan G20 atau First Meeting Education Working Group (EdWG) 2022 dimulai  Rabu, 16 Maret, di Yogyakarta.  Peremuann itu berlangsung selama tiga hari dan akan ditutup, Jumat, 18 Maret 2022, besok.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim hadir secara virtual mengawali pembukaan G20 EdWG untuk menyambut delegasi negara-negara anggota G20.

Selama tiga hari itu, pertemuan dihadiri oleh 27 delegasi anggota negara G20, undangan khusus, dan organisasi internasional yang hadir secara luring, serta 64 anggota negara G20 yang hadir secara daring. Ke-27 delegasi yang hadir secara luring berasal dari Argentina, Australia, Brazil, Prancis, Arab Saudi, Singapura, Afrika Selatan, Spanyol, Uni Emirat Arab, UNESCO, UNICEF, dan Bank Dunia. 

Sedangkan ke-64 delegasi yang hadir secara daring merupakan delegasi dari Kamboja (Chair of ASEAN), Kanada, Republik Rakyat Tiongkok, Uni Eropa, Jerman, India, Italia, Jepang, Meksiko, Korea Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat, Belanda, dan OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development).  

Dalam sambutannya, tulis situs tersebut, Menteri Nadiem juga mengajak semua pihak untuk bertindak lebih nyata dalam menghadapi tantangan global di dunia pendidikan maupun di sektor lain, seperti kesehatan dan lingkungan.  

“Karena kesejahteraan dan kemakmuran masa depan kita bergantung pada anak-anak kita, maka bersama-sama kita harus membawa perubahan mendasar dalam sistem pendidikan kita dan menjadikan pembelajaran menjadi semakin relevan dengan tantangan di abad ke-21 ini,” ujar Mendikbudristek seperti dirilis situs www.kemdikbud.go.id.

“Selama ini, kita semua belum berupaya dengan maksimal. Cara hidup kita belum cukup berkelanjutan, belum cukup tangguh, belum cukup berkeadilan untuk menghadapi tantangan berikutnya di masa depan,” katanya lagi.

Mendikbudristek mengatakan, pandemi Covid-19 telah membawa momen refleksi kepada berbagai pihak mengenai tantangan sistem pendidikan yang dihadapi dunia saat ini. Pandemi Covid-19 juga telah mendisrupsi dan mengganggu sistem pendidikan secara global serta mempengaruhi ratusan juta anak di seluruh dunia.

Indonesia, lanjut Mendikbudristek, sangat menjunjung tinggi prinsip kolaborasi. Karena itulah dalam momentum Presidensi G20 ini, Indonesia mengajak negara-negara anggota G20 untuk memperkuat kolaborasi yang telah dikerjakan selama dua tahun terakhir demi mewujudkan masa depan pascapandemi yang lebih adil, tangguh, dan berkelanjutan. “Sejarah kemerdekaan Indonesia kental tertanam dengan nilai gotong royong atau saling membantu dan mendukung untuk mencapai tujuan bersama, sesuai dengan tema Presidensi G20 tahun ini, Recover Together, Recover Stronger atau Pulih Bersama,” tuturnya.
 
Menurutnya, Pertemuan Kelompok Kerja Pendidikan G20 menandai salah satu tonggak penting menuju hari esok yang lebih baik. “Dengan semangat gotong royong, mari kita wujudkan Recover Together, Recover Stronger menjadi tindakan nyata yang bermakna untuk memberikan pendidikan yang berkualitas kepada setiap anak di setiap negara, untuk masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan,” tutup Nadiem.

Pertemuan pada hari pertama fokus pada isu pertama dan kedua dari empat agenda prioritas pendidikan, yaitu Pendidikan Berkualitas Universal dan Teknologi Digital dalam Pendidikan. Pertemuan Pertama Kelompok Kerja Pendidikan G20 dibuka oleh Iwan Syahril, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbudristek, selaku Chair of G20 Education of Working Group (EdWG) 2022. (Silvia) ***

RELATED NEWS