Pesam Inspiratif: Yudas Menjual Yesus dengan Harga 30 Perak
redaksi - Rabu, 01 April 2026 06:47
Pater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)Oleh: Pater Gregor Nule, SVD
Yesus sungguh terkenal di kalangan orang miskin, orang berdosa dan kaum terpinggirkan. Sebab Yesus mengajarkan jalan hidup yang benar, mewartakan Sabda Allah, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, dan membangkitkan orang mati.
Yesus mengutamakan keselamatan manusia. Karena itu, sering Yesus menyembuhkan orang sakit atau melayani orang-orang yang datang kepadaNya kapan saja termasuk pada hari Sabat.
Akibatnya, Yesus dimusuhi oleh para pemimpin agama Yahudi, tua-tua Israel, orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Mereka ingin menangkap dan menjatuhi hukuman mati atas Yesus.
Tetapi, mereka takut kepada orang banyak. Itulah sebabnya, Yudas Iskariot memanfaatkan kesempatan itu untuk menjual Yesus kepada mereka.
Dalam perikop Injil Mat 26: 14 - 25 diceritakan tentang Yudas yang menjual Yesus kepada para pemimpin agama Yahudi dengan harga tiga puluh perak.
Memang benar Yesus mesti menderita bahkan dihukum mati sesuai dengan nubuat para nabi. Tetapi, mengapa Yesus mesti dijual oleh salah seorang muridNya, yakni Yudas Iskariot.
Sebab tidak ada alasan mendasar bagi Yudas Iskariot menjual Yesus, Guru dan Tuhannya, selain mengkhianatiNya. Mereka semua telah mendapat perlakuan sama, bahkan Yudas mendapat kepercayaan mengelola keuangan.
Itulah sebabnya Yesus menegaskan bahwa celakalah orang yang olehnya Anak Manusia diserahkan atau dijual, (Mat 26: 24). Dia sebetulnya tidak boleh lahir di atas hanya untuk melakukan kejahatan.
Yesus menghendaki agar para muridNya bersatu di antara mereka, dan mencintai Yesus, Guru dan Tuhan, sebab Yesus sungguh mencintai para muridNya, termasuk Yudas Iskariot. Yesus tidak pernah membedakan siapa pun.
Karena itu, kita mesti berusaha hidup dalam kasih. Kita saling mengasihi. Kita tidak saling mengkhianati, apalagi saling menjual karena alasan tertentu dan untuk kepentingan tertentu.
Kita membangun iman yang teguh kepada Kristus dan cinta yang tulus kepada sesama.
Semoga Tuhan Yesus memberkati agar kita mendukung satu sama lain.
Kewapante, 01 April 2026

