Pesan Inspiratif:Allah Gunakan Manusia Biasa Untuk MisiNya
Redaksi - Senin, 29 Juni 2026 08:32
Pater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)Oleh Pater Gregor Nule, SVD
Hari ini Gereja rayakan hari raya St. Petrus dan Paulus. Dua sosok yang berbeda, tapi punya panggilan, keteguhan iman dan misi yang sama
Keduanya adalah manusia biasa, rapuh dan berdosa. Petrus, seorang nelayan, tak berpendidikan. Ia juga mudah menyangkal Yesus, bahkan tidak mengenalNya sampai tiga kali.
Tetapi, imannya akan Yesus tetap teguh. Baginya Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Inilah ilham yang berasal dari Bapa di surga.
Maka Yesus sungguh mencintai dan percaya kepada Petrus. Yesus berkata,"Kepadamu akan Kuberikan kunci kerajaan Surga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di surga, apa yang kau lepas di dunia ini akan terlepas di surga", (Mat 16:19).
Paulus adalah seorang yang berpendidikan di bidang agama Yahudi. Ia seorang ahli hukum Taurat . Ia berjuang mempertahankan kemurnian ajaran agamanya.
Maka ia berusaha memusnahkan orang yang mengikuti jalan Tuhan. Ia menangkap mereka dan menjebloskan mereka ke dalam penjara.
Tetapi, ketika bertemu dengan Yesus yang bangkit dalam perjalanannya ke Damaskus, ia bertobat 100 persen dan memberikan seluruh hidupnya, bahkan darahnya untuk Yesus dan misiNya.
Sebab Paulus sungguh yakin bahwa Yesus adalah pemenuhan ajaran Tauran dan nubuat para nabi. Maka ia bertobat dan percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya. jalan, kebenaran dan hidup, (bdk Yoh 14:6).
Pada akhir hidup dan misinya, Paulus berikan kesaksian imannya dengan berkata,"Aku telah mengakhiri pertandingan dengan baik, aku telah mencapai garis akhir, dan aku telah memelihara iman", 2 Tim , 4:7).
Petrus dan Paulus adalah orang-orang berdosa, tetapi mereka tetap berkenan kepada Tuhan karena memiliki hati tulus, iman teguh dan komitmen kepada misi perutusan yang dipercayakan Tuhan kepada mereka.
Petrus menjadi batu karang pembangunan Gereja dan misionaris bangsa Yahudi. Sedangkan, Paulus menjadi misionaris untuk bangsa-bangsa lain, bukan Yahudi.
Keduanya mewujudkan mandat misi Yesus sebelum naik ke Surga ,"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dibaptis akan diselamatkan, tetapi, siapa yang tidak percaya akan dihukum", (Mark 16:15-16).
Sebagai pengikut Yesus kita mesti tetap yakin bahwa Allah sungguh mengasihi dan percaya kepada kita. Meskipun kita lemah dan rapuh, kita mudah jatuh ke dalam dosa. Tetapi, ketika sadar dan mau bertobat Allah tetap merangkul kita.
Allah percayakan misiNya kepada kita maka mesti berkomitmen dan bersedia mengambil bagian dalam misi Yesus, menghadirkan kerajaan Allah.
Melalui hidup, karya dan cara tertentu kita wartakan Injil. Kita membantu orang-orang belum percaya Kristus atau yang suam-suam kuku dalam menghayati iman.
Kita juga membantu mereka yang miskin, sakit dan menderita. Ini juga menjadi cara tertentu kita mengambil bagian dalam misi Yesus di dunia. Sebab Yesus datang untuk membebaskan manusia seutuhnya, jiwa dan badannya.
Mari kita belajar dari St. Petrus dan St. Paulus. Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu.
Kewapante, 29 Juni 2026. ***

