Pesan Inspiratif: Belajar Melihat Dengan Mata Hati
Redaksi - Senin, 24 Agustus 2026 07:54
Pater Gregor Nule SVD (sumber: dokpri)Oleh Pater Gregor Nule, SVD
Kita sering menilai seseorang berdasarkan penampilan, apa yang kelihatan dan apa yang kita dengar tentang dia. Kita menilai dan berpendapat tentangnya berdasarkan kesan dan prasangka kita.
Perikop Injil Yohanes 1:45-61 melukiskan tentang pendapat Natanael atau Bartolomeus tentang identitas Yesus. Ketika Filipus mengajak Natanael untuk berjumpa dengan Yesus, Orang Nazaret itu.
Natanael berkata, "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?", (Yoh 1: 46). Mungkin penilaian Natanael itu didasarkan pada apa yang dia dengar dan tahu tentang kampung Nazareth dan masyarakatnya.
Tetapi, setelah bertemu dengan Yesus, mendengarkan dan mengetahui pendapat Yesus tentang dirinya, kesan dan pandangan Natanael berubah total. Sepertinya ia terperanjat, maka terbukalah hatinya untuk melihat Yesus secara berbeda.
Natanael berkata, " Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel", (Yoh 1:49).
Pandangan lama Natanael tentang Yesus berubah dan ia mengakuiNya sebagai Anak Allah karena mengikuti ajakan Filipus dan mau bertemu dengan Yesus.
Sebagai murid Yesus, pertama-tama kita belajar untuk melihat dan menilai orang lain dengan hati tulus tanpa prasangka. Kita menjauhkan stereotipe yang sering kita miliki terhadap orang, suku atau ras tertentu.
Kita belajar agar tidak menilai dan memperlakukan orang lain berdasarkan berita, atau kata orang atau pandangan umum tentang orang tertentu. Sebab apa yang kelihatan dan kesan yang kita miliki sering berlainan sama sekal dengan kenyataan.
Kita juga belajar untuk selalu datang kepada Yesus dan terbuka terhadap rahmat yang ditawarkan. Yesus menawarkan perubahan dan pembaruan hati. Natanael mengakui Yesus sebagai Anak Allah dan Raja Israel karena dia mau berjumpa dengan Yesus.
Kita juga akan menjadi orang baru dengan hati yang baru apabila kita selalu datang kepada Yesus dan mau berubah. Kita belajar untuk melihat dunia dan sesama dengan mata jeli, pikiran positif dan hati yang tulus.
Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!
Kewapante, 24 Agustus 2026. ***

