Pesan Inspiratif: Buah Iman Sejati
Redaksi - Kamis, 16 April 2026 06:06
Pater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)Oleh: Pater Gregor Nule SVD
IMAN berarti sikap atau tindakan memasrahkan diri dan hidup kepada Allah dan kehendakNya. Orang yang sungguh beriman selalu mendahulukan Allah dan kehensakNya, dan selanjutnya ia rencanakan hidup dan karyanya.
Dalam perikop Injil Yoh 3: 31-36 Yohabes Pembaptis menantang orang-orang yang datang kepadanya. Mereka sedang mencari makna iman dalam.hidupnya.
Yohanes Pembaptis berbicara tentang perbedaan antara utusan Allah dengan nabi-nabi dan guru-guru lain. Yohanes memberi kesaksian bahwa Dia berasal dari surga, berbicara tenttang segala sesuatu yang Dia lihat dan alami di surga.
Sebaliknya, para guru dan pengajar dunia berbicara tentang hal-hal yang mereka lihat dan almai di dunia ini.
Semua yang berasal dari atas atau surga bersifat kekal dan memiliki nilai abadi, sebaliknya, semua yang berasal dari dunia ini bersifat sementara dan berguna terutama untuk memenuhi kebutuhan manusia di dunia.
Yoahanes Pembaptis menantang dan sekaligus mengajak para pendengarnya agar beriman kepada Mesias yang akan datang dan bahkan telah ada di tengah mereka.
Sebab beriman kepada Yesus, yang telah turun dari surga, akan menjamin keselamatan dan hidup yang kekal.
Orang yang datang kepada Yesus dan sungguh percaya kepadaNya akan mengalami hidup sejati yang dijanjikan Allah kepada setiap kekasihNya. Sebab hidup yang diberikan Yesus bersifat kekal dan menjamin kebahagiaan sejati bersama Allah.
Sebagai pengikut Yesus kita bertanya kepada diri sendiri, apakah kita sungguh percaya kepada Yesus dan FirmanNya. Apakah kita sungguh yakin bahwa bersatu dengan Yesus kita akan mendapatkan jaminan kebahagiaan sejati dan hidup kekal?
Kalau kita sungguh percaya kepada Yesus maka kita mesti sungguh setia dan taat pada Sabda dan kehendakNya. Artinya kita memasrahkan seluruh hidup kita pada kehendak Allah.
Kita mesti hidup sesuai dengan kehendak Allah, dan melaksanakan perintah-perintah Allah di dalam hidup dan karya kita sehari-hari.
Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!
Kewapante, 16 April 2026.

