Pesan Inspiratif: Diutus Membawa Kasih dan Damai Sejahtera

Redaksi - Kamis, 09 Juli 2026 07:05
Pesan Inspiratif: Diutus Membawa Kasih dan Damai SejahteraPater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)

Oleh Pater Gregor Nule SVD

Yesus memilih keduabelas rasul, memberikan mereka kuasa untuk mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, melenyapkan  kelemahan, penyakit dan penderitaan.

Para murid mesti berpegang teguh pada perintah Yesus yakni percaya penuh pada Yesus dan perintah-perintahNya. Mereka tidak boleh membawa apa pun, seperti emas, perak, tembaga atau bekal apa pun.

Sebab Yesus menjamin keberhasilan, keamanan dan keselamatan setiap utusanNya yang setia. Yesus tegaskan bahwa setiap pekerja pasti mendapatkan upahnya, (Bdk Mat 1:7-15).

Para murid diutus secara khusus ke desa, kota dan kampung, mengunjungi rumah dan keluarga-keluarga untuk mencari dan menemukan orang-orang yang berkehendak baik dan layak menerima kasih dan damai Tuhan.

Para murid diutus mewartakan betapa besar kasih Allah kepada manusia dan dunia. Para murid pun mesti membagikannya kepada siapa saja yang terbuka hatinya.

Itulah sebabnya setiap pekerjaan menghadirkan kasih Allah mesti dilaksanakan tanpa menuntut upah. Karena semuanya telah didapatkan sebagai anugerah, cuma-cuma, maka hendaknya kita sebarluaskan dan bagikan tanpa tuntut balasan.

Yesus juga ingatkan agar para murid memberi salam kepada setiap orang yang dijumpai. Damai sejahtera dari Allah mesti disebarluaskan  kepada dunia dan semua orang yang dijumpai.

Karena itu, para rasul dan kita sekalian mesti sadar akan tugas dan tanggung jawab maha besar ini. Kita tidak mewartakan perintah dan ancaman hukuman dari Allah. Kita juga tidak wartakan diri, rencana dan ambisi pribadi.

Kita diutus untuk membagikan sukacita dan damai sejahtera yang kita rasakan dalam hati dan hayati dalam hidup kepada sesama. Kita tidak hanya omong, tapi berikan kesaksian hidup.Kita mesti memiliki hati yang terbuka dan siap berbagi dengan orang lain.

Kita mesti sadar bahwa keluarga-keluarga, masyarakat, negara, bangsa dan dunia tidak luput dari perselisihan, permusuhan dan konflik. Maka tuntutan menghadirkan  damai sejahtera menjadi keharusan.

Kita hidup dalam damai  dan ajak orang untuk berdamai dengan sesama. Kita rela berbagi dengan penuh kasih dan suka cita, kita pun ajak orang lain agar bersikap solider dan rela berbagi kasih serta sukacita kepada orang lain.

Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!

Kewapante, 9 Juli 2026. ***

 

RELATED NEWS