Pesan Inspiratif: Iman Menjadi Syarat Hidup Kekal
Redaksi - Rabu, 29 April 2026 06:16
Pater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)Oleh Pater Gregor Nule, SVD
Tidak semua orang Farisi menolak Yesus sebagai Mesias. Karena itu, sangat keliru kalau kita buat generalisasi bahwa semua orang Farisi, ahli Taurat dan para pemimpin Agama Yahudi tidak percaya kepada Yesus.
Perikop Injil Yoh 12: 44-50 mewartakan tentang misteri relasi antara Yesus dan Bapa, serta misi perutusan Yesus di atas bumi. Yesus dan Bapa adalah satu.
Itulah sebabnya ketika Yesus berbicara kepada orang-orang Farisi yang percaya kepadaNya, Ia menegaskan bahwa barang siapa melihat dan percaya kepadaKu, berarti ia melihat dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, (bdk Yoh 12:44-45).
Dia yang mengutus Yesus adalah Bapa di surga. Maka semua yang dilakukan oleh Yesus sejalan dengan kehendak Bapa. Yesus tidak melaksanakan kehendakNya sendiri.
Yesus mewartakan DiriNya sebagai terang agar semua orang yang percaya kepadaNya tidak tinggal dan berjalan dalam.kegelapan. Orang yang berjalan dalam kegelapan sangat pasti akan mudah tersesat, terantuk dan jatuh atau terperosok ke dalam lubang.
Yesus juga berbicara tentang betapa pentingnya mendengarkan Firman Allah dan melaksanakannya. Sebab Firman yang diwartakan Yesus adalah hakim bagi orang-orang beriman pada akhir zaman.
Yesus datang bukan untuk menghakimi dan menghukum dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.
Karena itu percaya kepada Yesus, mendengarkan Firman Yesus dan melaksanakannya dalam.hidup sehari-hari berarti kita pasti akan selamat. Sebab kita berjalan dalam terang yang menuntun kita kepada keselamatan dan hidup yang kekal.
Yesus adalah Sabda Allah yang telah menjadi Manusia, dan Dia adalah Terang dunia. Barang siapa percaya kepadaNya akan selamat.
Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!
Kewapante, 29 April 2026. ***

