Pesan Inspiratif: KETERBUKAAN MENGGUGAT
Redaksi - Senin, 31 Agustus 2026 11:29
Pater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)Oleh Pater Gregor Nule, SVD
Selamat pagi saudara/i dan selamat menjalani hari baru ini dengan penuh sukacita dan harapan.
Salam bahagia untuk saudara/i yang berhut. Salah sehat untuk mereka yang sakit. Tetap bersemangat untuk mereka yang berduka dan hadapi masalah.
Perikop Injil Luk 4:16-30 melukiskan tentang peristiwa Yesus kembali ke Nazaret, kampung asalNya. Ia memperkenalkan identitasNya yang sejati.
Dia adalah Mesias yang dinantikan sebagaimana dinubuatkan oleh para nabi.
Yesus adalah pemenuhan nubuat nabi Yesaya. Menurut Yesaya Dia adalah Pribadi yang dipenuhi Roh Tuhan untuk menyampaikan khabar baik kepada orang-orang miskin, memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan tertindas, penglihatan kepada orang buta, serta memberitakan bahwa tahun rahmat Tuhan telah datang", (bdk Luk 4:18-19).
Itulah sebabnya Yesus menegaskan, "Pada hari ini genaplah ayat-ayat Kitab Suci itu pada saat kalian mendengarnya", (Luk 4:21).
Mereka kagum, dan pada saat yang sama, ragu-ragu dan mulai sangsikanNya karena mereka mengenal Dia dan orang tuaNya. Yesus adalah anak tukang kayu. Maka tidak mungkin Dia adalah nabi.
Penolakan semakin menjadi-jadi ketika secara tidak langsung Yesus mengkritik ketertutupan hati dan ketidakpercayaan mereka ketika Yesus mengangkat pengalaman nani Elia dan Elisa.
Yesus menegaskan bahwa tidak mungkin akan terjadi mukjizat di Nazaret apabila mereka tidak percaya. Hal serupa terjadi pada zaman nabi Elia dan nabi Eliza.
Orang-orang Nazaret marah karena kritikan Yesus. Mereka tidak mau mengakui kelemahan mereka. Mereka berusaha menutupi kesalahan mereka dengan mengusir Yesus.
Kita juga. banyak kali marah terhadap orang yang rela memberikan koreksi atau kritikan. Kita tidak mudah menerima masukan untuk perbaiki diri kita.
Kita suka membela diri dan bahkan melemparkan kesalahan kepada orang lain. Dengan demikian, sebetulnya kita tidak mau berubah dan menjadi lenih baik. Kita mau bertahan dalam kelemahan dan kesalahan kita.
Semoga Tuhan Yesus membimbing kita supaya menjadi lebih baik, jujur dan bersih hati.
Kewapante, 31 Agustus 2026, ***

