Pesan Inspiratif Orang Kusta Menjadi Sembuh Karena Imannya
Redaksi - Kamis, 25 Juni 2026 22:09
Pater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)Oleh Pater Gregor Nule SVD
Orang-orang sakit selalu rindu sembuh lagi. Mereka upayakan pelbagai cara dan jalan. Ada orang sakit yang mencari bantuan dokter. Ada yang menggunakan pengobatan alternatif.
Tetapi, ada juga yang menggunakan obat-obatan serta mengandalkan doa para dukun dan kekuatan lainnya, termasuk doa dengan penuh iman kepada Tuhan.
Perikop Injil Mat 8: 1- 4 menampilkan seorang yang sakit kusta. Ia datang kepada Yesus, menyembah Yesus dan memohonkan kesembuhan.
Ia berkata, "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat melahirkan daku", (Mat 8:2). Si kusta menaruh harapan penuh pada Yesus.
Tanggapan Yesus sangat positif. Yesus mengulurkan tanganNya, menjamah orang itu dan berkata," Aku mau jadilah engkau sembuh", (Mat 8: 3).
Tindakan Yesus di atas sungguh luar biasa dan mengejutkan. Yesus tidak takut tertular penyakit kusta, maka Dia ulurkan tangan dan jamah orang sakit itu. Maka si kusta menjadi sembuh.
Orang kusta tidak hanya sembuh dari penyakitnya. Kulitnya menjadi bersih lagi.
Dia juga alami kesembuhan dan pemulihan kesehatan bathin. Hubungan dan kontak sosial dipulihkan kembali. Ia menjadi sehat lagi karena telah diterima kembali oleh masyarakat dan sesamanya.
Ia sembuh dari penyakit kusta dan penderitaan batin karena penyingkiran dan penolakan dari lingkungan sosial. Penyakit kusta membuatnya terisolasi atau tersingkir dari kehidupan bersama. Dia ditolak keluarga dan anggota masyarakat.
Sebagai pengikut Yesus, ketika sakit dan alami gangguan kesehatan, pertama-tama, kita belajar dari si kusta agar datang kepada Yesus, dengan penuh iman dan kepasrahan sambil memohon kesembuhan.
Yesus tidak pernah menolak kedatangan dan permohonan setiap orang, khususnya orang sakit. Kita pasti akan sembuh jika kita minta kepada Yesus dengan penuh iman,
Kita juga hendaknya berusaha menjauhkan sikap diskriminatif terhadap orang sakit dan lanjut usia. Kita tidak boleh anggap mereka sebagai beban atau sampah masyarakat.
Penolakan dan diskriminasi sosial mendatangkan penderitaan yang sungguh luar biasa. Sikap tidak peduli dan jijik terhadap orang sakit mesti dijauhkan karena sangat tidak terpuji dan tidak manusiawi.
Semoga kita belajar selalu percaya kepada Yesus. dan memohonkan bantuanNya, apabila sakit. Kita juga rela menjadi sahabat orang-orang sakit.
Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!
Kemah Tabor, 26 Juni 2026. ***

