Pesan Inspiratif: Prasangka dan Kecurigaan Menutup Hati

Redaksi - Jumat, 31 Juli 2026 10:27
Pesan Inspiratif: Prasangka dan Kecurigaan Menutup HatiPater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)

Oleh Pater Gregor Nule, SVD

Relasi antar manusia bahkan antar anggota keluarga dekat banyak kali dirusakkan oleh prasangka dan kecurigaan. Prasangka dibangun atas dasar kecurigaan.

Akibatnya muncul sikap diam, ketidakpercayaan dan penolakan. Semua hal baik, prestasi dan pencapaian orang lain tidak diakui, bahkan dianggap sebagai buah dari kerja kotor.

Perikop Injil Mat 13:54-58 melukiskan tentang pengalaman Yesus di kampung halamanNya. Dia mengajar dengan penuh kuasa dan melakukan mukjizat.

Banyak orang takjub. Tetapi, mereka mulai mempertanyakan semua itu. Mereka kecewa karena Dia, anak tukang kayu. Dengan kata lain, Dia adalah seorang tukang kayu. Mereka juga mengenal saudara-saudariNya.

Bagaimana mungkin seorang Tukang Kayu memperoleh semua itu? Bagaimana mungkin Dia dapat mengajar dan bertindak sehebat itu?

Lalu mereka tidak percaya kepadaNya dan menolak Dia. Mereka menutup mata, telinga dan hati. Mereka tidak mau mendengarkan pengajaranNya. Mereka tidak melihat perbuatan besarNya.

Mereka tidak percaya kepada Yesus akibatnya mereka tidak melihat dan mengalami kebesaran kasih dan karya Yesus. Sebab Yesus tidak melakukan banyak  mukjizat.

Karena itu, mungkin ada orang sakit yang butuhkan penyembuhan. Atau, ada juga yang kerasukan  roh jahat. Mungkin ada  yang alami penderitaan dan masalah lain.

Tetapi, mereka tidak alami kasih dan belaskasihan Allah karena mereka tidak percaya.

Sebagai pengikut Yesus, pertama, kita belajar membangun relasi yang baik dan tulus dengan sesama. Kita akui kelebihan, ketrampilan, dan prestasi mereka.

Kita mesti bersyukur dan bangga bersama mereka yang berhasil dan mungkin lebih hebat daripada kita.

Kita juga tidak boleh meremehkan pekerjaan dan profesi orang lain. Setiap profesi dan pekerjaan punya kekhasannya. Seorang imam, dokter atau ahli hukum tidak mungkin menggantikan profesi seorang tukang kayu, nelayan dan lain-lain. Maka kita mesti saling menghargai.

Kedua, kita mesti membangun iman teguh kepada Yesus, yang adalah Allah dan Tukang Kayu Ilahi.

Yesus punya kuasa memperbaiki hidup kita yang rusak dan rapuh. Yesus membebaskan hati dan pikiran  dari dosa, menyembuhkan penyakit serta membebaskan kita dari kuasa setan.

Yesus memenuhi harapan dan pencarian kita asalkan kita percaya dan berharap kepadaNya.

Karena itu, syarat utama agar hidup kita berkenan kepada Tuhan adalah kita mesti hidup dalam iman, harapan dan kasih.

Kewapante 31 Juli 2026

RELATED NEWS