Pesan Inspiratif: Yesus Rela Mati untuk Mendapatkan Banyak Orang
Redaksi - Senin, 10 Agustus 2026 08:08
Pater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)Oleh Pater Gregor Nule SVD
Benih apapun yang ditaburkan atau jatuh ke tanah harus alami kehancuran bahkan mati sehingga memungkinkan hidup baru. Seorang ibu mesti rela tahan sakit, menderita, sabar bahkan berdarah-darah sebelum melahirkan hidup baru.
Perikop Injil Yoh 12:24-26 menegaskan tentang pentingnya kerelaan untuk mengorbankan diri sebagai jalan untuk memperoleh hidup baru yang berlimpah-limpah.
Yesus berkata, "Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap saja biji saja, tetapi jika mati, ia akan menghasilkan banyak buah", (Yoh 12:24).
Yesus berbicara hidup dan misiNya. Dia diutus Bapa untuk menghadirkan Kerajaan Allah di dunia dan mengajak agar banyak orang bertobat dan menjadi anggota Kerajaan Allah.
Baca juga:
- Bacaan Liturgis, Senin, 10 Agustus 2026
- Festival Lembah Sanpio 2026 di Kisol Usung Tema Ziarah dan Pendidikan
- Tokoh Muda Riung Desak BPOLBF Pakai Nama Lokal untuk Festival di Riung
Tetapi, Yesus mesti menghadapi banyak tantangan dan perlawanan. Dia difitnah, dicerca dan bahkan harus mengalami hukuman mati di salib.
Yesus rela berkorban untuk memenangkan banyak orang percaya sehingga menjadi anak-anak Kerajaan Allah. Yesus berserah penuh kepada tuntutan misiNya dan kehendak Bapa.
Sebagai pengikut Yesus kita pun hendaknya belajar mengikuti jalan Yesus. Kita hidup menurut cara hidup dan misiNya dalam hidup sehari-hari.
Kita rela berkorban untuk kebaikan orang lain. Kita memberikan perhatian dan uluran tangan untuk menolong dan menyelamatkan orang kesulitan dan penderitaan dengan penuh sukacita.
Kita rela memberi dari yang kita miliki: waktu, harta kekayaan , keterampilan dan profesi secara sukarela, tanpa paksaan. Hanya dengan demikian kita mampu mendatangkan sukacita bagi orang yang kita layani.
Orang yang memberi dengan sukacita dan rela berkorban demi kebaikan banyak orang akan berkenan kepada Tuhan.
Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!
Kewapante, 10 Agustus 2026

