PGWI Labuan Bajo Dorong Geowisata NTT
redaksi - Senin, 26 Januari 2026 20:25
Anggota PGWI Labuan Bajo usai melakukan pendaftaran organisasi di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Manggarai Barat, Senin (26/1). (sumber: PGWI Labuan Bajo)LABUAN BAJO (Floresku.com) - Asosiasi Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI) Labuan Bajo menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan geowisata di wilayah Manggarai Barat, sebagai bagian dari upaya memperkuat pariwisata berkelanjutan di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo.
Komitmen tersebut ditandai dengan pendaftaran resmi organisasi PGWI Labuan Bajo di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Manggarai Barat, Senin (26/1).
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat legalitas sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah daerah.
Ketua PGWI Labuan Bajo, Saverinus Guardi, mengatakan PGWI hadir tidak hanya untuk melayani kebutuhan wisatawan, tetapi juga mengembangkan konsep wisata edukatif berbasis geologi dan lingkungan.
Baca juga:
- Pemkab Sikka Berduka atas Wafatnya Mathilde Clementia
- Bacaan Litrugis, Senin, 26 Januari 2026
- CERPEN: Mahar yang Tak Terbayar
Menurutnya, geowisata menjadi alternatif penting dalam membangun pariwisata yang tidak sekadar berorientasi pada kunjungan, tetapi juga pada pemahaman dan pelestarian alam.
“PGWI adalah organisasi profesional nirlaba yang fokus pada peningkatan kompetensi pemandu, termasuk sertifikasi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia,” ujar Saverinus. Ia menambahkan, melalui geowisata, masyarakat lokal dapat dilibatkan sebagai subjek utama dalam pengelolaan destinasi.
Saverinus juga menegaskan PGWI Labuan Bajo akan aktif menggali potensi lokasi-lokasi geowisata yang selama ini belum dikenal luas.
Selain kawasan Taman Nasional Komodo, masih banyak situs geologi unik di Manggarai Barat yang berpeluang dikembangkan sebagai destinasi edukatif.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Manggarai Barat, Fransiskus Partono, menyambut positif kehadiran PGWI Labuan Bajo. Ia menilai organisasi tersebut memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah daerah, terutama dalam pendataan, promosi, dan interpretasi objek wisata berbasis geologi.
“PGWI beranggotakan tenaga profesional. Harapannya, mereka dapat berkontribusi nyata melalui program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Fransiskus.
Ia juga mendorong PGWI untuk ikut mempromosikan destinasi alternatif seperti Watu Umpu di Kecamatan Welak dan sejumlah lokasi lain di wilayah pedesaan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong pemerataan pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. (Tari). ***

