Polisi Kembali Periksa Pejabat KSOP Labuan Bajo
redaksi - Sabtu, 24 Januari 2026 11:42
Ilustrasi: KSOP Labuan Bajo (sumber: Instagram KSOP LB)LABUAN BAJO (Floresku.com) - Pihak kepolisian kembali memeriksa dua pejabat Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo terkait kasus tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah yang menewaskan wisatawan asal Spanyol. Pemeriksaan ini merupakan lanjutan dari proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab kecelakaan laut tersebut.
Salah satu pejabat KSOP yang diperiksa, Maxianus, membenarkan bahwa dirinya menjalani pemeriksaan kedua oleh penyidik. “Ini pemeriksaan kedua berkaitan dengan KM Putri Sakinah,” ujarnya kepada wartawan usai dimintai keterangan.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Candra meminta media bersabar menunggu hasil resmi dari tim penyidik. Menurutnya, proses pemeriksaan masih berlangsung dan belum dapat disimpulkan. “Mohon waktu, teman-teman penyidik sedang bekerja,” kata Henry.
Baca juga:
- Satu dari Tiga Anak Indonesia Alami Gigi Berlubang
- QGroup dan YTI Serahkan Bantuan untuk Sumatra Via Kitabisa
- Industri Pindar 2026: Transisi Menuju Pertumbuhan Berkualitas
Di sisi lain, Kepala Sub Bagian Tata Usaha KSOP Kelas III Labuan Bajo, Prastowo Sri Nugroho Jati, menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memberikan keterangan kepada media.
Ia menyebut seluruh informasi terkait kecelakaan KM Putri Sakinah harus disampaikan langsung oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. “Semua informasi harus dari pusat, jadi kami masih menahan diri,” jelasnya.
Sebelumnya, Polda NTT telah menetapkan nahkoda kapal berinisial L dan seorang anak buah kapal (ABK) bagian mesin berinisial M sebagai tersangka. Keduanya dijerat pasal KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia.
KM Putri Sakinah tenggelam pada 26 Desember sekitar pukul 21.00 Wita saat mengangkut 11 orang. Enam penumpang merupakan wisatawan asal Spanyol dari satu keluarga.
Empat di antaranya, termasuk Martin Carreras Fernando dan tiga anaknya, tidak berhasil diselamatkan. Hingga operasi SAR berakhir 9 Januari 2026, tiga korban ditemukan meninggal dan satu korban masih dinyatakan hilang. (Tari). ***
ChatG

