Poltekpar Bali Dampingi Desa Wisata Manggarai Barat Kembangkan Potensi Lokal
Redaksi - Sabtu, 11 Juli 2026 10:37
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Manggarai Barat pada 9–10 Juli 2026. (sumber: Istimewa)LABUAN BAJO (Floresku.com) – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali memperkuat pengembangan desa wisata di Kabupaten Manggarai Barat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk "Pendampingan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Potensi Lokal untuk Mendukung Diversifikasi Destinasi Labuan Bajo."
Kegiatan yang berlangsung pada 9–10 Juli 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Manggarai Barat ini diikuti 30 pengelola desa wisata dari berbagai wilayah di kabupaten tersebut.
Program dibuka Direktur Poltekpar Bali, Dr. Ida Bagus Putu Puja, M.Kes., didampingi Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Poltekpar Bali, Dr. Putu Diah Sastri Pitanatri, S.ST.Par., M.Par., serta Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Petrus Antonius Rasyid, S.STP., M.P.P.
- Pertama Kali ke Tiongkok, Petrus Sali: 'Rakyatnya Rajin, Negaranya Sejahtera'
- Seorang Murid atau Hamba Hendaknya Sama dengan Guru atau Tuannya
- Bacaan Liturgis, Sabtu, 10 Juli 2026
Kepala P3M Poltekpar Bali, Dr. Putu Diah Sastri Pitanatri, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus bentuk dukungan terhadap pengembangan desa wisata sebagai strategi memperkuat daya saing pariwisata Manggarai Barat.
"Melalui pendampingan ini kami ingin memperkuat kapasitas pengelola desa wisata agar mampu mengembangkan potensi lokal menjadi produk wisata yang bernilai tambah dan berkelanjutan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Manggarai Barat, Petrus Antonius Rasyid, mengapresiasi kolaborasi antara Poltekpar Bali dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.
Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan Program FASMADEWI yang mendorong percepatan pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal agar manfaat ekonomi pariwisata semakin dirasakan masyarakat.
Direktur Poltekpar Bali, Dr. Ida Bagus Putu Puja, menegaskan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia pariwisata yang kompeten sekaligus menjadi mitra masyarakat dalam membangun destinasi yang berkualitas dan berkelanjutan.
"Sebagai perguruan tinggi negeri di bawah Kementerian Pariwisata, Poltekpar Bali berkomitmen tidak hanya menghasilkan SDM pariwisata yang unggul, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," katanya.
Selama dua hari pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi, mulai dari strategi pengembangan desa wisata, pengembangan produk wisata berbasis potensi lokal, hingga teknik storytelling untuk memperkuat daya tarik destinasi.
Peserta juga dilatih menyusun konsep produk wisata beserta narasi yang dapat meningkatkan nilai jual desa wisata.
Pada hari kedua, pelatihan difokuskan pada pengembangan produk kuliner berbasis pangan lokal.
Peserta diajak mengolah komoditas seperti sorgum dan kacang mete menjadi produk bernilai ekonomi, di antaranya churros dan cookies, yang diharapkan dapat menjadi alternatif oleh-oleh khas desa wisata di Manggarai Barat.
Melalui kegiatan ini, Poltekpar Bali berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat terus diperkuat untuk melahirkan produk wisata yang inovatif, memperkuat identitas desa, sekaligus mendukung diversifikasi destinasi wisata Labuan Bajo secara berkelanjutan. (Tari). ***

