PUISI-PUISI Hardy Sungkang

redaksi - Senin, 17 Januari 2022 14:31
PUISI-PUISI Hardy SungkangHardy Sungkang, S. Fil (sumber: Dokpri)

HUJAN BALAS DENDAM (DURENG)

Jika saja mantanmu menatapmu dengan ragu, lalu siulkan angin tanpa balik arah, itu tandanya gerimis dan kabut mendiami batinya.

Jika saja hujan dan kabut menyelimuti pandanganmu, maka jangan tepiskan harapan untuk hari baru.

Kalau seandainya kekasihmu datang memelukmu di bawah hujan, itu pertanda akan ada kisah yang kalian rajuti dalam bingkai asmara.

Boleh saja kalian namai dia Ciuman kasih dalam balutan gerimis dureng.

Lalu, janganlah kamu putus asa jika saja hujan membatalkan segala jejak dan asamu hari ini. Itu adalah berkat tertunda yang membuatmu untuk bersiap-siap menghadapi segala jalan hidup.

Hujan adalah berkat
Harapan adalah proyek
Pekerjaan adalah konkretisasinya

*Hardy Sungkang, S.Fil. -@Lembah Golo Curu, 1/22

Ilustrasi; Kopi Senja (Sumber: Istimewa)


KOPI SENJA

Hujan di luar
Angin bertiup sendu
Gemericik air hujan menepi
Dari sudut dan lembah kota dingin

Sunyi
Kabut menepis
Rinai hujan semakin
Menjegal sunyi dan gelap

Apa daya
Semua mata tertantang
Ada asap alam mengepung
Kota dingin yang penuh cerita

Ada cerita di balik sunyi
Ada kisah menghempas lepas
Jangan berhenti bersajak
Biar nalar takan pernah membeku.

Jangan biarkan rinai berlalu
Lalu pergi menitipkan kisah
Antara hujan dan cerita 
Kita.


*Hardy Sungkang, S.Fil. -@Lembah Golo Curu, 1/22.

Editor: redaksi

RELATED NEWS