RENUNGAN KATOLIK, Kamis, 02 September 2021: "...non cessàmus pro vobis oràntes.." Kol 1:9
redaksi - Kamis, 02 September 2021 09:40
Oleh P Kons Beo SVD

(Pekan Biasa XXII - Beato Brocardus, St Yohanes do Lau)
Bacaan I Kolose 1:9-14
Mazmur 98:2-3ab.3cd-4.5-6
Injil Lukas 5:1-11
"...non cessàmus pro vobis oràntes.." Kol 1:9
(....tak henti-hentinya kalian kami doakan)
BISA jadi kita mudah kurang sabar akan kekurangan sesama. Kita comel-comel atas serba keterbatasannya. Pada hampir setiap kesempatan. Akibatnya, semakin pudarlah sikap ramah kita terhadap sesama itu.
JEMAAT Kolose alami kelambanan dalam memahami pengetahuan yang benar tentang tentang Tuhan. Mereka masih dalam pertarungan antara hidup keseharian dengan perbagai ragamnya dan kehendak hati untuk mencapai pengetahuan yang benar tentang Allah.
TEKUN, setia, penuh kesabaran, dan terlebih 'tak cenderung untuk marah-marah'. Itulah sikap Rasul Paulus setelah ia mengetahui tentang situasi yang dialami oleh jemaat Kolose.
SEBALIKNYA, Rasul Paulus membawa situasi komunitas Kolose itu dalam pengharapan yang benar. Ia selalu ingat mereka dalam doa-doanya. Bahkan dalam doa yang tak putus-putusnya.
SERING ingat akan sesama? Mengenangkannya dalam kisah-kisah tentangnya? Bobot plus atau minus-nya kah yang selalu ditonjolkan dan diulang-ulang? Semuanya tentu tergantung dari kualitas relasi pribadi kita dengan sesama itu.
TETAPI, sikap Rasul Paulus menjadi ajakan bagi kita untuk mendoakan sesama. Dalam situasi 'minus' yang dihadapi. Paulus tak membesar-besarkan ke sana-ke mari, ke kiri dan ke kanan tentang minus-nya jemaat Kolose.
RASUL Paulus pun 'tak main bentak-bentak atau kata-rata' karena keterbatasan orang-orang Kolose itu. Tetapi dengan tekun ia memberi semangat dan harapan demi orang Kolose. Agar berjuang menjadi (lebih) baik.
KARENA itulah, mari singkirkan cenderung dan rajin-nya kita untuk hanya tebalkan keterbatasan dan kekurangan sesama. Sebaliknya, doronglah dan semangatilah dia untuk bisa berkembang. Gantilah kata-kata yang cuma mencerca dan mengumpat dengan sepotong doa dan pengharapan. Tak henti-hentinya. Mulailah sejak hari ini.
Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.
Amin.