SENDAL SERIBU, 01 September 2022: Yang Berdosa, DipanggilNya

redaksi - Kamis, 01 September 2022 10:08
SENDAL SERIBU, 01 September 2022: Yang Berdosa, DipanggilNyaIlustrasi: Injil Lukas 5:1-11 (sumber: www.katolikku.com)

SAPA PAGI DARI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
SENDAL SERIBU
Setetes Embun Sabda Allah Selalu Memberi Inspirasi Baru

KAMIS, 1 SEPTEMBER 2022
HARI BIASA, PEKAN BIASA XXII
1Kor. 3:18-23; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 5:1-11. 
[Thn. V-SS/243/9/2022]
RD. Riano Tagung

Marilah kita berdoa:  YESUS, ENGKAU tahu aku berdosa. Tapi, itu tidak KAU pandang. ENGKAU justru memanggil aku, pendosa yang berat ini untuk ikut jejak langkahMU. 

Kuturuti perintah dan sabdaMu, ikuti jejakMu, meninggalkan segalanya. Beri aku RAHMAT dan CINTAMU, karena itu cukup bagiku, sebab segala milikku adalah milikMu, kini dan selama-lamanya,  Amin.

Injil Lukas  5:1-11
Pada suatu ketika Yesus berdiri di pantai danau Genesaret. Orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan sabda Allah. 

Yesus melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahu itu sedikit jauh dari pantai. 

Lalu Yesus duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah berbicara, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." 

Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa. Tetapi atas perintah-Mu aku akan menebarkan jala juga." 

Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap ikan dalam jumlah besar, sehingga jala mereka mulai koyak. 

Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain, supaya mereka datang membantu. 

Maka mereka itu datang, lalu mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Melihat hal itu Simon tersungkur di depan Yesus dan berkata, "Tuhan, tinggalkanlah aku, karena aku ini orang berdosa." 

Sebab Simon dan teman-temannya takjub karena banyaknya ikan yang mereka tangkap. Demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. 

Yesus lalu berkata kepada Simon, "Jangan takut. Mulai sekarang engkau akan menjala manusia." Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikuti Yesus.


YANG BERDOSA, DIPANGGILNYA!
Pastor Riano Tagung, Pr

Kita mengikuti jejak Kristus bukan karena kita layak, suci dan kudus, Tetapi, karena kita menyadari bahwa kita adalah orang berdosa yang telah dikasihi oleh ALLAH.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Kasih Allah selalu melimpah atas hidup kita. KasihNya menarik kita orang yang berdosa ini agar kita selalu tinggal di dalamNya, menikmati kasihNya mengikutiNya seumur hidup kita. 

Panggilan para murid pertama yang dikisahkan dalam bacaan injil pada hari ini memperlihatkan kepada kita bahwa ketika ALLAH sudah jatuh cinta kepada kita, maka IA tidak akan pernah membiarkan kita untuk terpisah dari cintaNYA meski DIA tahu bahwa kita ini orang berdosa sebab kita adalah pendosa yang dikasihiNya. 

Kata-kata Petrus pada hari ini menegaskan betapa rapuh dan berdosanya Petrus untuk menerima YESUS di dalam hidupnya: "Tuhan, tinggalkanlah aku, karena aku ini orang berdosa." 

Tetapi, hal itu tidak diperhitungkan oleh YESUS. YESUS tahu Petrus berdosa. Yesus juga tahu bahwa kita berdosa. 

Tetapi itu tidak membuat YESUS tidak jatuh cinta kepada Petrus dan kita. Kesadaran akan dosa yang telah diperbuat justru menjadi awal dari sebuah peristiwa dan panggilan cinta. 

Jawaban YESUS melegakan Petrus dan membuat Petrus hidup dalam kelimpahan kasih ALLAH. Petrus meninggalkan segalanya bagi ALLAH.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Kita adalah pendosa yang telah dikasihi oleh YESUS. Kita berdosa! Kita dipanggilNYA. Kita dilayakkanNYA untuk ambil bagian dalam misi perutusan YESUS. Jika kita menunggu diri kita suci dan kudus maka untuk selamanya kita tidak akan pernah mengikuti YESUS. 

Ingatlah ini, bahwa, Yesus memanggil kita dari dalam keluarga kita masing-masing, dengan aneka latar belakang keluarga. Pengalaman masa lalu dalam keluarga, pengalaman kegelapan yang telah dialami tidak membuat YESUS berhenti mencintai kita. 

YESUS mau membuat hidup kita berkelimpahan KASIH KARUNIA ALLAH.  Karena itu, DIA memanggil kita untuk tinggal dalam KASIHNYA. Bukankah kita ini adalah orang berdosa yang punya masa depan dan bukankah orang kudus juga punya masa lalu?
Dio Vi Benedica

Salam dan doaku KASIH PUTIH dari HATI yang TULUS MENCINTAI  
Berkat dan doaku
Pastor Ryano Tagung, Pr
PAROKI SANTU YUSUF, BENTENG JAWA

Omnia Sunt Gratia Caritate Dei 
SEMUA KARENA KASIH KARUNIA ALLAH!
=1 Kor 15:10=

Renungan SENDAL SERIBU, sejak 10 Mei 2017
Servire Dio Con Amore e Gioia
Melayani Allah dengan Cinta dan Sukacita

RELATED NEWS