SENDAL SERIBU, Jumat, 03 Desember 2021: MEWARTAKAN CINTA KASIH TUHAN
redaksi - Jumat, 03 Desember 2021 10:42
Ilustrasi Injil Markus 16:15-20 (sumber: www.katolikku.com)RENUNGAN HARIAN KATOLIK, SENDAL SERIBU: Setetes Embun Sabda Allah Selalu Memberi Inspirasi Baru
JUMAT, 3 DESEMBER 2021, PESTA ST. FRANSISKUS XAVERIUS, 1Kor. 9:16-19,22-23; Mzm. 117:1,2; Mrk. 16:15-20, [Thn. V-SS/333/12/2021]
Oleh: RD.Riano Tagung
Hari Jumat pertama dalam bulan kita Konsekrasikan seluruh hidup kita kepada HATI KUDUS YESUS agar hati kita seperti hatiNya, Hati yang lemah lembut dan penuh cinta.
HARI KE-1:NOVENA KEPADA SANTA PERAWAN MARIA DARI GUADALUPE
Marilah kita berdoa: Allah Bapa Penyelamat kami, berbagai bangsa Kau jadikan milikMu berkat pewartaan Santo Fransiskus Xaverius.
Semoga semangat kerasulannya berkobar-kobar dalam hati kami semua orang beriman, sehingga di mana-mana umatMu berkembang subur. Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus PuteraMu yang Hidup dan Berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa, amin.
Bacaan Injil Mrk. 16:15-20:
Pada suatu hari Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka, "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
Sesudah berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Tuhan Yesus ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Maka pergilah para murid memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Renungan SENDAL SERIBU: MEWARTAKAN CINTA KASIH TUHAN
Tidak ada gunanya kita menyibukkan diri dengan berbagai hal lahiriah yang kadang menyusahkan kita jika kita tidak memiliki semangat CINTA untuk merasul dan mewartaka cinta kasih TUHAN.
Mulailah menjadi misionaris mulai dari diri sendiri dengan berani keluar dari diri sendiri yang kaku dan penuh dosa, diri yang meratapi kelemahan dan keterbatasan, diri yang ditutup oleh benci dan iri hati.
Keluarlah dari diri yang demikian, dan berziarahlah dengan diri yang baru, diri yang dipenuhi dengan Sabda ALLAH di dalam hati.
SAHABAT SENDAL SERIBU YANG TERKASIH DALAM KRISTUS
Pada hari ini Gereja Katolik merayakan Pesta Santo Fransiskus Xaverius. Fransiskus Xaverius adalah seorang sahabat bagi semua orang. Ia sangat energik dan menarik, rendah hati dan penuh pengabdian.
Sebagai seorang pendekar karya misi, ia mendirikan pusat-pusat katekumenat dan sekolah-sekolah, dan berusaha mendidik imam-imam pribumi di setiap tempat yang ia kunjungi. Demi keberhasilan karyanya ia dengan tekun mempelajari bahasa daerah.
Kehidupan Santo Fransiskus Xaverius adalah buah nyata dari bacaan suci pada hari ini. “Celakalah aku jika aku tidak memberitakan Injil” dan tugas perutusan Yesus sesaat Yesus naik kesurga : memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.”
Tugas ini sungguh dihayati dan diamalkan dalam seluruh hidupnya Santo Fransiskus Xaverius.
Tugas yang sama juga berlaku bagi kita saat ini. kita diutus untuk menjadi pelayan dan pewarta Sabda Tuhan. Kita harus pergi berbagi sukacita Injil kepada semua orang tanpa kecuali.
Agar dapat pergi mewartakan Injil, kita harus terlebih dahulu membekali diri dengan Sabda ALLAH. Kita harus mengakrabkan diri dengan Kitab Suci. Jika tidak maka segala tugas perutusan kita akan terasa hampa dan kosong.
Hari ini, saat ini juga, kita dipanggil untuk pergi ke dalam keluarga kita, ke dalam komunitas kita, ke dalam lingkungan kerja untuk mewartakan Injil yang hidup itu lewat kesaksian hidup kita masing-masing.
Kita tidak perlu bercita-cita untuk pergi mengadakan misi keluar negeri atau ke tempat yang jauh dari keberadaan kita saat ini. Keluarga, komunitas dan lingkungan kerja kita saat ini adalah “penjuru dunia” yang mesti kita injili dengan pewartaan kita, dengan kesaksian hidup kita. Selain itu, tetapi terlebih dahulu, kita harus melakukan misi ke dalam diri sendiri.
Artinya, kita harus bisa keluar dari ruang gelap dalam diri kita yang membuat kita takut, cemas, tidak yakin, ragu akan kemampuan dan bakat yang telah Allah berikan kepada kita. KItulah penjuru hati kita yang harus kita dtangi pertama supaya berkat rahmat dan cinta Tuhan kita membebaskan diri dari segala kecenderungan dan ikatan duniawi yang membelenggu diri kita.
KITA HARUS DIINJILI terlebih dahulu dengan INJIL baru setelah itu kita bisa pergi bermisi, memberikan kesaksian kepada semua orang, di mana saja kita berada dan kapan saja, baik atau tidak baiknya waktu.
Bersama Bunda Maria dari Guadalupe kita berdoa: Bunda semoga hatiku mencintai engkau selama-lamanya dan lidahku memuji engkau ya Bundaku Maria dari Guadalupe, kini dan sepanjang segala masa, amin.
Salam dan doaku KASIH PUTIH dari HATI yang TULUS MENCINTAI
Berkat dan doaku
Pastor Ryano Tagung, Pr
Omnia Sunt Gratia Caritate Dei
SEMUA KARENA KASIH KARUNIA ALLAH!
=1 Kor 15:10=
Renungan SENDAL SERIBU, sejak 10 Mei 2017
Servire Dio Con Amore e Gioia
Melayani Allah dengan Cinta dan Sukacita. ***

