SENDAL SERIBU, Jumat, 17 September 2021: Melayani dengan Hati yang Dipehui Cinta

redaksi - Jumat, 17 September 2021 11:02
SENDAL SERIBU, Jumat, 17 September 2021: Melayani dengan Hati yang Dipehui Cinta Pastor Ryano Tagung, Pastor Rekan Paroki Santu Klaus Kuwu, Keuskupan Ruteng (sumber: Dokpri)

RENUNGAN HARIAN KATOLIK 
“SENDAL SERIBU” [Setetes Embun Sabda Allah Selalu Memberi Inspirasi Baru]

Pastor Ryano Tagung, pr
Pastor Rekan Paroki Santu l=Klaus Kuwu Keuskupan Ruteng

BACAAN INJIL:Luk. 8:1-3. 
Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid menyertai Dia, dan juga beberapa wanita, yang telah disembuhkan-Nya dari roh-roh jahat serta berbagai macam penyakit, selalu menyertai Dia. Para wanita itu ialah: Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh setan; Yohana, isteri Khuza, bendahara Herodes, Susana dan masih banyak lagi yang lain. Wanita-wanita itu melayani seluruh rombongan dengan harta kekayaan mereka

RENUNGAN SINGKAT:

Sahabat SETIA SENDAL SERIBU yang terkasih dalam Kristus Tuhan,
KETIKA hati kita dibuka oleh kunci cinta maka lahir rasa rindu untuk melayani ALLAH dan sesama. Sebaliknya, ketika pintu hati kita masih terkunci maka tidak akan sedikit pun rasa rindu untuk melayani Allah dan sesama. Oleh sebab itu, di sela sibuk dan hiruk pikuknya kita menata hidup kita menjadi lebih baik, kaislah serpihan pengalaman dikasihi oleh ALLAH. Hidupi itu. Kemudian, jadikan pengalaman itu sebagai bekal untuk memberikan seluruh hidup kita bagi tugas dan pelayanan kita, mengabdikan diri bagi ALLAH dan kehendakNya.

Sahabat SETIA SENDAL SERIBU yang terkasih dalam Kristus Tuhan,
Kisah para perempuan yang melayani YESUS berserta rombonganNya dalam kisah injil pada hari ini, bertitik tolak dari pengalaman disentuh oleh KASIH ALLAH. Para perempuan ini, Maria dari Magdala, Susana dan Yohana istri Khusa telah mengalami sendiri bagaimana Allah telah mencintai mereka dan telah menarik mereka dari kehidupan yang lama ke kehidupan yang baru, sebuah kehidupan dalam persekutuan dengan ALLAH. Pengalaman ketersentuhan inilah yang membuat Mereka pun akhirnya berani untuk melayani YESUS dengan segala harta kekayaan mereka.  Wanita-wanita itu melayani seluruh rombongan dengan harta kekayaan mereka.

Sahabat SETIA SENDAL SERIBU yang terkasih dalam Kristus Tuhan,
Siapapun kita dan apapun pilihan hidup kita saat ini, dalam setiap helaan nafas kita, ada KASIH ALLAH yang menyentuh hati kita, membawa kita dari gelap kepada terang, mengangkat kita dari lubang dosa kepada hidup penuh sukacita. Dan inilah pengalaman ketersentuhan yang membuat kita tidak bisa tidak, harus mencintai ALLAH dan melayaniNya. Miliki pengalaman ini di dalam hidup. Sebab berbekal dari pengalaman inilah maka kita akan belajar untuk mencintai dengan hati yang tulus dirajut dengan cinta dan Melayani  dengan segala kerendahan hati sesuai dengan PANGGILAN DAN PILIHAN HIDUP KITA SAAT INI. Kita belajar untuk MELAYANI ALLAH dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang kita miliki tapi dengan CINTA YANG TAK TERBATAS.

Sahabat SETIA SENDAL SERIBU yang terkasih dalam Kristus Tuhan,
Hal lain yang perlu kita garisbawahi dari kisah injil pada hari ini adalah HARTA KEKAYAAN DUNIAWI SEBAIKNYA digunakan DENGAN penuh KEBIJAKSANAAN untuk melayani YESUS. HARTA digunakan untuk MENJADIKAN kita semakin ber-SATU DENGAN YESUS DALAM TUGAS PELAYANAN. HARTA duniawi tidak menjauhkan kita dari sikap dan tugas pelayanan kita  untuk melayani TUHAN dan sesama. TANTANGAN yang kita hadapi adalah: Kita kerap kehilangan dimensi pelayanannya di sini. Pencarian HARTA duniawi dan penumpukan HARTA DUNIAWI membuat kita lupa untuk melayani ALLAH dan mengasihi sesama. 
Semoga dalam relasi kedekatan dengan TUHAN yang kita jalin dan  pengalaman akan kasih serta jamahanNya yang menyembuhkan kita orang yang berdosa ini, menarik kita untuk meninggalkan segala-galanya, meninggalkan masa lalu kita, meninggakan cara hidup kita yang lama dan siap untuk melayani  ALLAH dengan penuh cinta dan sesama tanpa PAMRIH.

Marilah kita berdoa:
YA YESUS, ku datang kehadiratMU untuk melayaniMU seumur hidupku dengan segala kekurangan dan keterbatasannku dalam mencintai dan melayaniMu. Sadar akan segala kerapuhan dan kelemahanku,  limpahkanlah kepadakuRAHMAT dan CINTAMU agar tetap mengasihi dan melayani ALLAH dengan kesetiaan yang tiada  akhirnya, kini dan sepanjang segala masa,  Amin.

Berkat dan doaku
PASTOR RYANO TAGUNG, PR

[Renungan SENDAL SERIBU, sejak 10 Mei 2017]
Motto: Servire Dio Con Amore e Gioia: Melayani Allah dengan Cinta dan Sukacita

RELATED NEWS