SENDAL SERIBU, Minggu, 12 September 2021: MMS: Mengakui dan Memikul Salib

redaksi - Minggu, 12 September 2021 11:37
SENDAL SERIBU, Minggu, 12 September 2021:  MMS: Mengakui dan Memikul SalibPastor Ryano Tagung, Pastor Rekan Paroki Santu Klaus Kuwu, Keuskupan Ruteng (sumber: Dokpri)

RENUNGAN HARIAN KATOLIK 
“SENDAL SERIBU” [Setetes Embun Sabda Allah Selalu Memberi Inspirasi Baru]

MINGGU, 12 SEPTEMBER 2020, HARI MINGGU BIASA XXIV
Pastor Ryano Tagung
Pastor Rekan Paroki Santu Klaus Kuwu, Keuskupan Ruteng

Bacaan injil: Mrk 8:27-35

Pada suatu hari Yesus bersama murid-murid-Nya pergi ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, "Kata orang, siapakah Aku ini?" Para murid menjawab, "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi." Yesus bertanya lagi kepada mereka, "Tetapi menurut kamu, siapakah Aku ini?" Maka Petrus menjawab, "Engkau adalah Mesias!" Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia. Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan. Ia akan ditolak oleh tua-tua, oleh imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh, dan bangkit sesudah tiga hari. Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegur Dia. Maka berpalinglah Yesus, dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya, "Enyahlah Iblis! Sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya, dan berkata kepada mereka, "Setiap orang yang mau mengikut Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.

Renungan singkat:

*MMS: Mengakui dan Memikul Salib!!!

Sahabat SETIA SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN
BUKAN seberapa banyak buku pengetahuan tentang YESUS yangtelah say abaca dan pelajari tetapi sejauh mana saya memiliki kedalaman relasi dengan YESUS, berbicara dengan YESUS bukan hanya tentang YESUS . Oleh karena itu, sejauh kita mempunyai relasi yang dalam dan intim dengan Yesus maka sejauh itu pula kita akan mengenal siapa Yesus bagi hidup kita. YESUS yang kita alami dalam hidup harian, YESUS yang sungguh menjadi sahabat seperjalanan kita.

Sahabat SETIA SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN
Hari ini kita mendengarkan pengakuan Petrus tentang siapakah Yesus. Pengakuan ini diikuti dengan konsekuensi yang harus dihadapi dari pengakuan ini yaitu siap mengikuti YESUS di jalan Salib, siap memikul salib. Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya, dan berkata kepada mereka, "Setiap orang yang mau mengikut Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.

Persahabatan dengan YESUS membawa kita pada sebuah pengalaman pribadi bagaimana YESUS menyentuh hati kita dan memanggil kita untuk berjalan bersama denganNYA dan mengikutiNYA. Tentu, dalam tapak ini, DIA juga mengajak kita untuk turut serta dalam penderitaanNya. Sebagai pengikut YESUS, tidak cukup kita hanya mengakui YESUS, namun kita harus meniru apa yang dilakukan oleh YESUS, Sang Guru, menyangkal diri, memikul salib dan mengikutiNYA. Sebab, kita yakin bahwa jalan yang kita pilih saat ini, pengakuan dan penyangkalan serta pemberian diri yang kita lakukan saat ini adalah langkah kecil berujung KEABADIAN, di mana kita turut dikutsertakan dalam HIDUP YESUS, mengalami kebangkitan bersamaNya.

Sahabat SETIA SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN
Menerima dan mengakui Yesus sebagai Mesias tetapi menolak jalan penderitaan adalah sebuah kebohongan. Kita ikut YESUS, yang miskin, rendah hati, sederhana, dan yang memeluk SALIB. Dari Palungan sampai di Salib, Dari sebuah kandang sampai kubur pinjaman, YESUS menarik kita untuk mengikutiNYA dengan iman yang teguh, harapan yang kokoh dan cinta yang senantiasa berkobar-kobar. Akan tetapi, agar sampai pada titik ini, kita harus terlebih dahulu membangun sebuah relasi yang intim dengan Yesus, kita harus memiliki pengalaman ada bersama dengan YESUS, agar pengenalan dan pengalaman kita akan Yesus mendorong kita untuk semakin menyerahkan diri sepenuhnya ke dalam rencana dan kehendakNya termasuk mampu untuk menerima resiko dari kemuridan ini yaitu menerima dan memikul salib.

Sahabat SETIA SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN
ADA YESUS, yang telah melalui VIA DOLOROSA, jalan penderitaan, jalan salib. ADA YESUS yang dengan bilur-bilurnya, membasuh setiap luka kita. ADA YESUS di setiap tapak hidup kita, sebab DIA adalah SAHABAT SEPERJALANAN KITA, sahabat yang bagi yang menderita, Sahabat bagi yang sedih, Sahabat bagi yang berduka, Sahabat pada pendosa. Dengan sahabat seperjalanan kita, YESUS menarik kita untuk setia di setiap jengkal jemari, langkah hidup kita yang penuh dengan kerikil tajam dan penderitaan. KISAH HIDUP orang KRISTEN, Kisah hidup pengikut YESUS bukanlah kisah para pecundang yang dengan mudah melarikan diri dari penderitaan. Tapi, Kisah hidup kita adalah kisah yang kita satukan dengan KISAH HIDUP YESUS, HAMBA TUHAN YANG TAAT, YANG MERELAKAN DIRINYA UNTUK MENDERITA DEMI KESELAMATAN KITA,MESIAS, ANAK MANUSIA YANG SIAP MENANGGUNG BANYAK PENDERITAAN supaya kita dengan tabah menghadapai setiap penderitaan, memikul salib kehidupan kita sampai akhir hayat dan berani serta tetap teguh di tengah cobaan hidup baik di dalam keluarga maupun di dalam komunitas kita masing-maisng.

Marilah kita berdoa:
YESUS, Engkau memanggil kami untuk mengikutiMU di jalan salib yang telah Engkau lalui. Melangkah tanpaMu pasti akan terasa berat dan lelah. Tapi, kami yakin, di setiap jejak kami yang tergontai lemah dan rapuh ini, ada jejakMu, sebab kami ikut jejakMu, dalam jejakMu kami letakkan jejak kami agar kami tabah dan taat menghadapi setiap penderitaan dan memikul salib demi cinta kasihMu sampai akhir. Sebab, Engkaulah Tuhan dan pengantara kami, Amin.

Berkat dan doaku
PASTOR RYANO TAGUNG, PR

[Renungan SENDAL SERIBU, sejak 10 Mei 2017]
Motto: Servire Dio Con Amore e Gioia: Melayani Allah dengan Cinta dan Sukacita

Editor: Redaksi

RELATED NEWS