SENDAL SERIBU, Selasa Pekan Biasa XI, 21 Juni 2022: KASIHKU BAGI SESAMA!

redaksi - Selasa, 21 Juni 2022 11:44
SENDAL SERIBU, Selasa Pekan Biasa XI, 21 Juni 2022: KASIHKU BAGI SESAMA!Ilustrasi Injil Matius 7:6.12-14 (sumber: www.katolikku.com)

SAPA PAGI DARI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
SENDAL SERIBU: Setetes Embun Sabda Allah Selalu Memberi Inspirasi Baru
SELASA, 21 JUNI 2022
PW. ST.ALOYSIUS GONZAGA, BIARAWAN
2Raj.19:9b-11.14-21.31-35a.36; Mzm 48:2-3a-4.10-11; Mat.7:6.12-14 
[Thn. VI/VI/171/2022]
Pastor Riano Tagung, Pr

Marilah kita berdoa: YA YESUS, hukum kasih KAU letakkan di dalam hatiku, agar aku memiliki kasih bagiku dan bagi sesama. KASIH itu indah laksana mutiara, dan sungguh kudus karena berasal dariMU. Tetapi, apa yang indah dan kudus, kadang tidak kuhargai. 

Hati lebih terpikat pada pintu yang lebar ketimbang memilih pintu yang sempit dan sesak. Sampai pada ujungnya, hati tersesat dalam egoism , kesombongan. Curahlan lah RAHMAT KASIHMU ke dalam hatiku agar aku selalu berjuang masuk melalui pintu yang sempit,   kini dan sepanjang segala  masa, Amin.

Injil Matius: 7: 6.12-14
Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, "Janganlah kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing, dan janganlah kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injak dengan kakinya, lalu babi itu berbalik mengoyak kamu. 

Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. 

Masuklah melalui pintu yang sempit itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang telah masuk melalui pintu dan jalan itu. Tetapi sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang menuju kehidupan, dan sedikitlah orang yang menemukannya."

KASIHKU BAGI SESAMA!
Pastor Riano Tagung, Pr
Paroki Santu Yusuf Benteng Jawa
KASIH  terpahat dalam hati agar kekal berada di sana ‘tuk mencintai Allah dan sesama

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS

“JIKA INGIN DIKASIHI, MENGASIHILAH. JIKA INGIN DICINTAI, MENCINTAILAH. JIKA INGIN DIHARGAI, MENGHARGAILAH. JIKA INGIN DIAMPUNI, MENGAMPUNILAH. MARILAH KITA SALING MENGASIHI SATU SAMA LAIN”

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Jangan pernah lelah untuk berbuat baik. Jangan pernah lelah untuk mengasihi meski terkadang kasih kita tidak balas setimpal dengan apa yang telah kita perbuat. 

Teruslah berbuat baik dan selalu berbuat bagi sesama meski kebaikan kita sering diabaikan dan tidak dihargai. Tetaplah menjadi saudara bagi sesama dan jangan biarkan kesombongan diri mencuri semangat dari dalam diri kita untuk membina dan menjalin persaudaraan. 

Dalam kelanjutan kotbah di bukit, YESUS kembali menegaskan kepada kita bahwa SEGALA SESUATU YANG KAMU KEHENDAKI DIPERBUAT ORANG KEPADAMU, PERBUATLAH DEMIKIAN JUGA KEPADA MEREKA. Kata-kata YESUS ini sungguh jelas bagi hidup kita saat ini. Jika kita menabur kebaikan di hati sesama maka kita pun akan menuai kebaikan dari hati orang lain.  

Sebaliknya, jika menaburkan kebencian dalam diri sesama, maka kita akan menuai kebencian. Mau menjalin persaudaraan, binalah persaudaraan dengan cinta kasih dan perlakukanlah sesama sebagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri.   

Di sinilah letak tantangan bagi kita dalam menjalin persaudaraan dan bertumbuh untuk menjadi SAUDARA BAGI SESAMA. Kita cenderung lebih cepat menghakimi dan menolak kehadiran orang lain yang tidak sesuai dengan keinginan kita ketimbang menerima mereka dengan penuh cinta kasih, menghargai segala kekurangan dan kelemahan yang mereka miliki. 

Menjadi saudara bagi sesama tidak hanya berhenti memperlakukan mereka sebagai saudara kita tetapi lebih dari itu menerima mereka masuk dan menjadi bagi dari hidup kita. 

Kita harus berani berbuat kebaikan bagi sesama sebab itu menjadi cermin perlakukan kita kepada diri kita sendiri. Ketika kita bisa menerima diri kita apadanya, maka kita juga bisa menerima kehadiran sesama apa adanya mereka, dengan segala kelemahan dan kekurangan yang mereka miliki. 

Marilah kita kembali ke dalam keluarga dan komunitas kita, terimalah dan perlakukanlah mereka sebagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri. 

Kalau kita membenci orang lain sesungguh kita juga sedang membenci diri kita sendiri. Kalau kita tidak bisa menerima  kekurangan orang lain, sesungguhnya kita juga belum bisa menerima kekurangan yang ada di dalam diri kita. Ketika KASIH ALLAH  telah memenuhi seluruh hidup kita tanpa kecuali, maka kita akan mampu untuk memperlakukan sesama sebagaimana kita memperlakukan diri sendiri dengan KASIH ALLAH yang telah memenuhi hidup kita.

Salam dan doaku KASIH PUTIH dari HATI yang TULUS MENCINTAI  
Berkat dan doaku
Pastor Ryano Tagung, Pr
PAROKI SANTU YUSUF, BENTENG JAWA

Omnia Sunt Gratia Caritate Dei 
SEMUA KARENA KASIH KARUNIA ALLAH!
=1 Kor 15:10=

Renungan SENDAL SERIBU, sejak 10 Mei 2017
Servire Dio Con Amore e Gioia
Melayani Allah dengan Cinta dan Sukacita. ***

RELATED NEWS