SENDAL SERIBU, Senin 04 Oktober 2021: MENJADI SAHABAT BAGI YANG MENDERITA

redaksi - Senin, 04 Oktober 2021 09:42
SENDAL SERIBU, Senin 04 Oktober 2021: MENJADI SAHABAT BAGI YANG MENDERITAIlustrasi Injil Lukas 10:25-37 (sumber: Ist)

Oleh Pastor Ryano Tagung,Pr
Pastor Rekan paroki Santu Klaus Kuwu, Keuskupan Ruteng

SAPA PAGI DARI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
SENDAL SERIBU
Setetes Embun Sabda Allah Selalu Memberi Inspirasi Baru

SENIN, 4 OKTOBER 2021

PW. ST. FRANSISKUS ASISI

Marilah kita berdoa: Allah Pembela kaum fakir Miskin dan hina dina seperti Kristus. Semoga kami mengikuti langkahnya dan dengan gembira mengabdi PueraMu, supaya kami tetap bersatu dengan Dikau dan bersukaria dalam cinta kasihMu. Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus PuteraMu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa, Amin.

Bacaan Injil Lukas 10:25-37
[Thn. V-SS/274/10/2021]

Pada suatu ketika seorang ahli kitab berdiri hendak mencobai Yesus, "Guru, apakah yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus kepadanya, "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" Jawab orang itu, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata Yesus kepadanya, "Benar jawabmu itu. Perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup." Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata lagi, "Dan siapakah sesamaku manusia?" Jawab Yesus, "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho. Ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun 
yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi juga memukulnya, dan sesudah itu meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu. Ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu. Ketika melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. Lalu datanglah ke tempat itu seorang Samaria yang sedang dalam perjalanan. Ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya, 'Rawatlah dia, dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya waktu aku kembali.' Menurut pendapatmu siapakah di antara ketiga orang ini, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?" Jawab orang itu, "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Yesus berkata kepadanya, "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"

Renungan: MENJADI SAHABAT BAGI YANG MENDERITA

"Berdoalah Rosario setiap hari, agar kalian memperoleh perdamaian untuk dunia dan berakhirnya peperangan." (Pesan Bunda Perawan Maria kepada ketiga anak di Fatima, pada tanggal 13 Mei 1917).

Sahabat SETIA SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,
HIDUP adalah sebuah cerita tentang aku dan dia yang menjadikan kita. DALAM kita, hidup adalah sebuah aksi belas kasih, tindakan cinta kasih. Kita bukan aku yang berdiri sendiri, atau dia yang terpisah dari aku melainkan sebuah jalinan dan ikatan antara dua atau lebih pribadi yang menjalin persaudaraan. Persis, pada titik inilah, HIDUP itu harus dirayakan karena menjadikan aku saudara bagi sesama dan sesama menjadi saudara bagiku. Persaudaraan ini membangun persahabatan.

Sahabat SETIA SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,
Hari ini kita mendengarkan sebuah perumpamaan tentang orang Samaria yang baik. Perumpamaan ini lahir dari sebuah pertanyaan yang diajukan oleh seorang ahli Taurat yang berusaha untuk mencobai Yesus perihal apa yang harus dilakukan untuk memperoleh hidup yang kekal. Menarik bahwa Yesus mengangkat tokoh orang Samaria yang dikategorikan ke dalam kelompok orang kafir, yang justru menunjukkan belas kasihan kepada korban perampokan.

Sahabat SETIA SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,
Menjadi sahabat bagi mereka yang menderita, itulah panggilan orang Samaria dan juga menjadi panggilan kita hari ini. Tidak perlu menunggu nanti, tidak perlu menunggu memiliki harta yang banyak, status yang baik, baru berusaha menolong sesama. 
Kisah ini menggugah kesadaran kita bahwa belas kasih itu milik semua orang. Hanya saja tidak semua orang berani untuk menunjukkannya. Hanya orang yang memiliki kasih yang besar, yang mampu untuk berbelas kasih kepada sesama. Di sekitar kita banyak orang yang membutuhkan bantuan dan pertolongan kita. Yang dibutuhkan dari kita adalah hati yang tergerak oleh belas kasihan dan kemauan yang kuat dari dalam diri sendiri untuk menjadi saudara bagi sesama sebagaimana yang ditunjukkan oleh orang Samaria dalam teks injil hari ini. 

Kalau hati kita sudah tergerak oleh belas kasihan maka jadilah shabat bagi mereka yang menderita dengan berani berbuat kasih kepada sesama kita. Sebab hati yang tergerak oleh belas kasihan dia tidak akan tinggal diam ketika melihat ada sesama saudaranya yang mengalami kesulitan atau kesusahan atau sedang membutuhkan bantuan.

Sahabat SETIA SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,
Marilah kita memohon kepada Bapa di surga agar mencurahkan rahmatNya ke dalam hati kita sehingga kita mampu keluar dari keegoisan kita dan berani untuk menjadi saudara bagi sesama yang menderita dan yang membutuhkan bantuan kita. Panggilan ini adalah panggilan kita semua, di mana saja dan kapan saja. Selamat menjadi saudara bagi sesama!

INGATLAH! Lebih baik menjadi saudara bagi sesama daripada menjadi musuh bagi sesama. Lebih baik menabur kebaikan dan cinta kepada sesama daripada menabur kebencian dan dendam.

YA YESUS, syukur atas benih KASIH yang telah ENGKAU tanam di dalam hatiku yang membuatku selalu tergerak oleh belas kasihan kepada sesama yang berada di sekitarku. Siramilah aku selalu dengan hujan berkatMu agar aku tak jemu-jemunya berbuat baik kepada sesama di sekitarku, ini dan sepanjang segala masa, Amin

Salam dan doaku KASIH PUTIH dari HATI yang TULUS MENCINTAI 
Berkat dan doaku
Pastor Ryano Tagung, Pr

Omnia Sunt Gratia Caritate Dei 
SEMUA KARENA KASIH KARUNIA ALLAH!
=1 Kor 15:10=

Renungan SENDAL SERIBU, sejak 10 Mei 2017
Servire Dio Con Amore e Gioia
Melayani Allah dengan Cinta dan Sukacita

Editor: Redaksi

RELATED NEWS