Setahun di Taiwan, Leon dan Paskal Pulang Bawa Cerita tentang Disiplin dan Mimpi
Redaksi - Kamis, 10 September 2026 15:43
Leon dan Paskal berfoto bersama dengan Direktur APTI, Adrianus Rusmin. (sumber: APTI)TANGERANG SELATAN (Floresku.com) - Ada pengalaman yang tidak cukup diceritakan hanya dengan selembar sertifikat.
Bagi Leonardo Dorelagu dan Paskal Baylon Liwu Laju, satu tahun menjalani internship di Hotel PIN Jiaoxi, Yilan, Taiwan (7 September 2025 - 4 September, 2026) adalah pengalaman yang perlahan mengubah cara mereka memandang pekerjaan, kedisiplinan, kepemimpinan, bahkan masa depan mereka sendiri.
Ketika berangkat dari Indonesia (7 September 2025), keduanya datang sebagai mahasiswa Akademi Perhotelan

Tunas Indonesia (APTI) yang ingin merasakan langsung bagaimana industri perhotelan bekerja di luar negeri.
Mereka membawa bekal teori dan praktik dari kampus, tetapi mereka segera menyadari bahwa dunia kerja memiliki cerita yang jauh lebih kompleks daripada apa yang mereka pelajari di ruang kelas.
Baca juga:
- https://floresku.com/read/apti-kenalkan-d-4-perhotelan-dalam-edufair-vokasi-asak-2026
Di Taiwan, mereka berhadapan dengan lingkungan baru. Bahasa dan budaya berbeda. Kebiasaan masyarakat berbeda. Cara berkomunikasi berbeda. Demikian pula dengan pola kerja di hotel.
Pada masa-masa awal, adaptasi menjadi tantangan tersendiri.
Apa yang biasa dilakukan di Indonesia belum tentu sama ketika diterapkan di tempat kerja di Taiwan. Hal-hal sederhana seperti cara berkomunikasi dengan rekan kerja, memahami instruksi, mengikuti ritme pekerjaan, hingga menyesuaikan diri dengan kebiasaan lingkungan sekitar membutuhkan kesabaran.
Namun, justru di situlah proses pembelajaran dimulai.
Leon dan Paskal belajar bahwa bekerja di industri hospitality berarti harus mampu beradaptasi. Seorang pekerja hotel tidak cukup hanya menguasai pekerjaan teknis. Ia juga harus mampu membaca situasi, memahami karakter orang lain, menghargai perbedaan budaya, dan tetap memberikan pelayanan terbaik dalam keadaan apa pun.
Ketika Jam Kerja Menjadi Pelajaran
Salah satu pengalaman yang paling membekas bagi keduanya adalah disiplin waktu.
Di Hotel PIN Jiaoxi, jam kerja harus diikuti dengan ketat. Waktu bukan sekadar angka yang tercantum dalam jadwal, tetapi bagian dari tanggung jawab profesional.

Datang tepat waktu, mempersiapkan pekerjaan, menjalankan tugas sesuai jadwal, dan menyelesaikannya dengan baik menjadi kebiasaan yang harus mereka jalani setiap hari.
Pada awalnya, ritme tersebut tentu membutuhkan penyesuaian.
Tetapi setelah berbulan-bulan menjalaninya, Leon dan Paskal mulai memahami maknanya. Disiplin bukan sesuatu yang dilakukan karena takut kepada atasan. Disiplin adalah bentuk penghargaan terhadap pekerjaan, rekan kerja, dan tamu hotel.
Baca juga:
Dari pengalaman itu, mereka belajar bahwa sebuah hotel adalah sistem yang saling terhubung. Keterlambatan seorang pekerja dapat memengaruhi pekerjaan orang lain. Kesalahan kecil dapat berdampak pada pelayanan kepada tamu.
Karena itu, setiap orang harus dapat dipercaya.
Manajer yang Tidak Hanya Memberi Perintah
Ada satu pelajaran lain yang tidak kalah penting: kepemimpinan.
Bagi Leon dan Paskal, sosok manajer di Hotel PIN Jiaoxi menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan. Mereka tidak hanya melihat seorang manajer sebagai orang yang memberikan perintah kepada bawahannya.
Mereka melihat seorang pemimpin yang memberikan teladan melalui pekerjaan.
Seorang manajer yang ingin pekerjanya disiplin harus menunjukkan kedisiplinan. Seorang pemimpin yang menuntut kualitas kerja harus terlebih dahulu menunjukkan standar tersebut melalui tindakannya sendiri.
Pengalaman itu memberi kesan mendalam bagi keduanya.
Mereka mulai memahami bahwa menjadi manajer hotel bukan sekadar memiliki jabatan atau kewenangan. Seorang manajer harus mampu memimpin dengan contoh.
Dari sana tumbuh sebuah pemahaman baru: suatu hari nanti, jika mereka dipercaya memimpin orang lain, mereka ingin menjadi pemimpin yang tidak hanya pandai memberikan instruksi, tetapi juga mampu bekerja bersama tim dan menjadi teladan.
Bekerja, Belajar, dan Mendapat Penghargaan
Selama menjalani internship, Leon dan Paskal juga mendapatkan honor yang cukup. Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut memberikan pelajaran penting bahwa kerja profesional memiliki tanggung jawab sekaligus penghargaan.
Honor yang diterima bukan sekadar persoalan nominal.
Di baliknya terdapat jam kerja, tenaga, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai standar hotel.
Karena itu, pengalaman mendapatkan penghasilan sendiri juga menjadi bagian dari proses pendewasaan.
Mereka belajar menghargai uang yang diperoleh dari kerja keras. Mereka juga mulai memahami hubungan antara keterampilan, produktivitas, tanggung jawab, dan penghargaan yang diterima seorang pekerja.
Pengalaman tersebut menjadi semakin berarti karena mereka menjalani semuanya jauh dari rumah.
Rindu Rumah, Tetapi Tidak Ingin Menyerah
Satu tahun di negeri orang tentu bukan perjalanan tanpa rasa rindu.
Ada keluarga yang ditinggalkan. Ada kebiasaan di rumah yang tidak bisa ditemukan di Taiwan. Ada makanan, bahasa, teman, dan suasana Indonesia yang sesekali membuat hati ingin segera pulang.
Namun, justru dalam situasi seperti itulah mental mereka ditempa.
Mereka belajar bertahan.
Mereka belajar bahwa bekerja di lingkungan internasional membutuhkan keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Tidak semua hal dapat berlangsung sesuai harapan. Ada hari ketika pekerjaan terasa berat. Ada saat ketika perbedaan budaya membuat komunikasi tidak mudah.
Tetapi setiap tantangan akhirnya menjadi bagian dari cerita perjalanan.
Ketika satu tahun itu selesai dan waktunya kembali ke Indonesia tiba, Leon dan Paskal tidak lagi menjadi pribadi yang sama seperti ketika mereka berangkat.
Mereka pulang membawa pengalaman.
Mereka pulang dengan pemahaman baru tentang arti disiplin.
Mereka pulang dengan pengalaman bekerja bersama orang dari budaya yang berbeda.
Dan yang lebih penting, mereka pulang dengan gambaran yang lebih jelas tentang dunia profesional yang akan mereka masuki setelah menyelesaikan pendidikan.
Dari APTI ke Dunia Hospitality Global
Perjalanan Leon dan Paskal menjadi gambaran bahwa internship bukan sekadar kewajiban akademik.
Bagi mahasiswa perhotelan, internship adalah kesempatan untuk menguji pengetahuan, membentuk karakter, mengenal dunia kerja, dan menemukan kekuatan maupun kelemahan diri sendiri.
Pengalaman di Hotel PIN Jiaoxi mempertemukan mereka dengan dunia hospitality yang sesungguhnya: pekerjaan yang menuntut disiplin, ketelitian, ketahanan fisik dan mental, kemampuan berkomunikasi, serta kemauan untuk terus belajar.
Mereka datang ke Taiwan sebagai mahasiswa.
Mereka pulang membawa pengalaman sebagai calon profesional.
Dan mungkin, beberapa tahun dari sekarang, ketika Leon dan Paskal sudah berdiri di balik meja sebagai supervisor, manajer, atau bahkan pemilik usaha hospitality sendiri, mereka akan mengingat kembali satu tahun di Jiaoxi.
Mereka akan mengingat bagaimana rasanya menjadi orang baru di negeri orang.
Mengingat bagaimana mereka belajar mengikuti jam kerja yang ketat.
Mengingat seorang manajer yang mengajarkan kepemimpinan melalui keteladanan.
Dan mengingat bahwa di balik setiap pengalaman kerja terdapat sebuah proses panjang untuk menjadi pribadi yang lebih matang.
Satu tahun di Taiwan akhirnya bukan hanya tentang bekerja di hotel.
Itu adalah satu tahun belajar tentang kehidupan, tentang tanggung jawab, tentang keberanian menghadapi perbedaan, dan tentang mempersiapkan diri untuk masa depan.
Dari Hotel PIN Jiaoxi, Leon dan Paskal pulang membawa cerita. Dan cerita itu kini menjadi bagian dari perjalanan mereka sebagai generasi baru profesional perhotelan Indonesia. (Map). ***

