Situs Toro Muerto, Peru Ungkap Seni Batu Berusia 2.000 Tahun

redaksi - Sabtu, 14 Februari 2026 13:37
Situs Toro Muerto, Peru Ungkap Seni Batu Berusia 2.000 TahunSeni pahat batu, Toro Muerto, Peru (sumber: Andrzej Rozwadowski, Arsip Proyek Arkeologi Toro Muerto)

PERU (Floresku.com) -  Di sebuah ngarai gurun di wilayah selatan Peru, terdapat salah satu situs seni batu terkaya di Amerika Selatan bernama Toro Muerto. 

Situs ini menyimpan sedikitnya 2.600 bongkahan batu yang dipenuhi pahatan gambar atau petroglyph, yang sebagian besar menggambarkan sosok manusia menari, dikenal sebagai danzantes.

Penelitian terbaru yang dipimpin arkeolog Janusz Wołoszyn dari University of Warsaw menunjukkan bahwa pahatan tersebut dibuat sekitar 2.000 tahun lalu oleh masyarakat kuno dari budaya Sihuas.

Danzantes, Toro Muerto, Peru (Foto:  Andrzej Rozwadowski, Arsip Proyek Arkeologis, Toro Muerto)

Penanggalan ini diperkuat oleh temuan artefak dari lokasi yang sama yang telah diuji menggunakan metode radiokarbon.

Menariknya, pada sekitar 300 batu, sosok danzantes tidak hanya digambarkan menari, tetapi juga disertai motif geometris berupa garis zigzag dan pola bergelombang. 

Motif ini menjadi fokus kajian lanjutan oleh arkeolog Andrzej Rozwadowski dari Adam Mickiewicz University, yang mencoba menafsirkan makna simbol-simbol tersebut melalui pendekatan etnografi.

Baca juga;

Rozwadowski membandingkan motif di Toro Muerto dengan simbol serupa yang digunakan oleh suku Tucano di wilayah Amazon, Kolombia. 

Dalam tradisi Tucano, pola geometris tersebut dianggap sebagai representasi lagu-lagu ritual. Sementara garis bergelombang dimaknai sebagai simbol perjalanan kosmik para dukun menuju dunia roh dan leluhur.

“Besar kemungkinan bahwa salah satu bongkahan batu di Toro Muerto merepresentasikan kisah perjalanan ke dunia lain,” kata Rozwadowski. 

Menurutnya, garis-garis bergelombang itu melambangkan nyanyian sebagai media spiritual yang mengantar manusia menuju alam para dewa, roh, dan nenek moyang.

Meski budaya Sihuas sendiri masih minim diketahui, temuan ini memberi petunjuk penting bahwa seni batu di Toro Muerto bukan sekadar ekspresi estetika, melainkan juga sarana ritual dan spiritual yang kompleks. 

Situs ini sekaligus memperkaya pemahaman tentang bagaimana masyarakat kuno Amerika Selatan memaknai hubungan antara seni, musik, dan kosmologi. (Leony- Sumber:Archeology Magazine).

Editor: redaksi

RELATED NEWS