SMP Negeri 1 Wulanggitang Utus Kontingen Lomba Padus SLTP se-Kabupaten Flotim

Redaksi - Sabtu, 17 Oktober 2026 08:57
SMP Negeri 1 Wulanggitang Utus Kontingen Lomba Padus SLTP se-Kabupaten FlotimKontingen Padus SMP Negeri 1 Wulanggitang (sumber: Fdz)

LARANTUKA (Floresku.com)  — Suara pujian dan keharmonisan kembali bergema di seantero Kabupaten Flores Timur. Lomba Paduan Suara Tingkat SLTP se-Kabupaten Flores Timur sukses menarik perhatian umat dan masyarakat Kota Larantuka. Kegiatan bergengsi ini dipusatkan di Gedung Orang Muda Katolik (OMK) Keuskupan Larantuka.

Perlombaan yang digelar untuk kedua kalinya ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Usia Emas (50 Tahun) SMA Swasta PGRI Larantuka.

Ketua Panitia Perlombaan menyampaikan bahwa ajang ini diselenggarakan sebagai wadah pelayanan untuk memberi ruang bagi para siswa-siswi dalam mengolah dan mengembangkan talenta bernyanyi yang dikurniakan Tuhan. 

Lebih dari sekadar kompetisi, nilai utama yang ingin ditanamkan adalah semangat persaudaraan kasih (fraternitas), saling mengenal, berbagi pengalaman, serta mempererat persekutuan demi membangun Flores Timur yang lebih sejahtera.

Pada penyelenggaraan kedua ini, partisipasi peserta semakin meningkat. Jika pada tahun pertama diikuti 9 SLTP, kini berkembang menjadi 14 SLTP. 

Panitia berharap pada tahun-tahun mendatang, seluruh SLTP di Kabupaten Flores Timur yang berjumlah 60-an sekolah dapat turut ambil bagian dalam persaudaraan ini.

Pada edisi tahun 2025 lalu, SMP Negeri 1 Wulanggitang yang menjadi salah satu dari 9 peserta, tampil memukau lewat olah vokal dan kekompakan yang luar biasa. 

Atas rahmat Tuhan dan kerja keras bersama, mereka berhasil menyisihkan peserta lain, keluar sebagai Juara I, dan memboyong Piala Bergilir ke sekolah mereka.

Pada hari Jumat, 16 Oktober 2026, Piala Bergilir yang telah setahun bertakhta di SMP Negeri 1 Wulanggitang diserahkan kembali kepada panitia untuk diperebutkan secara sportif dan penuh rasa persaudaraan.

Baca juga:

Sebagai piala kebanggaan sang juara bertahan, panitia menyiapkan prosesi penjemputan khusus. Kehadiran kontingen SMP Negeri 1 Wulanggitang disambut hangat dengan tarian Hedung yang mengiringi langkah mereka membawa Piala Bergilir menuju arena lomba.

Seluruh peserta, tamu undangan, dan umat yang hadir memberikan penghormatan khusus yang diiringi tepuk tangan serta sorak-sorai sukacita sepanjang prosesi penjemputan.

Kepala SMP Negeri 1 Wulanggitang mendapat kehormatan untuk menyampaikan sambutan perdana sekaligus menyerahkan piala bergilir kepada panitia. 

Dalam sambutannya, Alfons Hera menyampaikan rasa syukurnya atas penyertaan Tuhan dan kerja sama seluruh warga sekolah.

"Piala bergilir ini hadir di sekolah kami sebagai buah persembahan dari kerja keras, ketulusan para guru pendamping, kedisiplinan para siswa, serta dukungan penuh komite sekolah," ujar Alfons Hera.

Ia menambahkan harapan agar ajang ini tidak hanya menjadi wadah mengolah vokal dengan baik dan benar, tetapi juga menjadi sarana merawat kasih persaudaraan.

"Semoga kita semua semakin mengenal satu sama lain, menjalin persaudaraan sejati, dan bergandeng tangan membangun Tanah Larantuka dan Flores Timur yang kita cintai ini," tegas Alfons, yang disambut tepuk tangan riuh di Hall Mudika Keuskupan Larantuka.

Di sela-sela perlombaan, wartawan floresku.com mewawancarai Ketua Komite SMP Negeri 1 Wulanggitang, Cornelis Vermolen Liwu.

Cornelis menyuarakan rasa bangga dan syukurnya atas partisipasi siswa-siswi SMPN 1 Wulanggitang. Apalagi mereka disambut secara bermartabat lewat tarian penjemputan sejak dari pintu gerbang utama.

Pria yang akrab disapa Cor ini mengungkapkan bahwa kembalinya SMPN 1 Wulanggitang dalam ajang ini merupakan wujud perjuangan bersama antara sekolah dan komite sebagai perwakilan orang tua murid.

"Sebagai ketua komite, saya berkomitmen mendukung setiap kegiatan pembinaan karakter dan bakat anak-anak. Kami membangun komunikasi yang intens dengan orang tua. Meskipun harus menempuh jarak sekitar 60 km dan menginap di Kota Larantuka, semangat antusiasme para orang tua sangat luar biasa," ungkap Cor penuh rasa syukur.

Menyinggung kendala yang dihadapi, Cor menjelaskan tantangan akibat dampak erupsi Gunung Gunung Lewotobi yang merusak sarana sekolah. Meskipun harus berlatih dalam keterbatasan di bawah tenda darurat, semangat anak-anak tidak pernah surut. Soal kebutuhan finansial, menurutnya hal itu bukan halangan yang berarti.

"Bagi kami, finansial adalah bagian dari pengorbanan dan pelayanan. Pihak sekolah, komite, dan orang tua bahu-membahu. Dukungan orang tua sangat luar biasa, sehingga keterbatasan dana dapat kami atasi bersama demi tumbuh kembang anak-anak," tambah Cornelis.

Di balik penampilan anak-anak yang memukau, hadir sosok pelatih dan pembimbing yang telaten, yaitu Bernardus P.B. Hikon dan Stefanus Takimaka. Keduanya mendedikasikan waktu dan talenta seni musik serta olah vokal yang mereka miliki untuk mendampingi para siswa.

"Kami memang tidak memiliki guru mata pelajaran Seni Budaya secara khusus. Namun, kami memaksimalkan kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah mengembangkan talenta bernyanyi yang Tuhan titipkan pada anak-anak. Bakat mereka sangat potensial dan harus terus digali," tutur Bernardus penuh semangat.

Stefanus menimpali bahwa keterbatasan tak boleh memadamkan semangat pelayanan untuk mengasah talenta anak-anak.

"Puji Tuhan, walaupun dalam situasi prihatin, kami selalu berusaha hadir dalam berbagai ajang di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Berkat pertolongan Tuhan dan dukungan semua pihak, anak-anak kami selalu menjadi kontingen yang diperhitungkan," ujar Stef dengan haru dan bangga.

Hingga berita ini diturunkan, suasana perlombaan masih berlangsung hangat dan panitia belum mengumumkan hasil pemenang lomba.(Herry Fdz)

‌‌
‌‌

RELATED NEWS