SOROTAN: Ketika Si Kecil Bermain Pisau Tajam

redaksi - Senin, 26 April 2021 22:19
SOROTAN: Ketika Si Kecil Bermain Pisau TajamIlistrasi dari www.kindundjugend.com (sumber: null)

Oleh: Even Edomeko*

KETIKA si Kecil bermain pisau tajam, maka kita, sebagai orangtua atau kakak, mesti "merebut" pisau itu dari tangan mungilnya dengan sangat hati-hati. 

Si Kecil mungkin menangis mempertahankan "mainan"-nya. Tak apa-apa, itu lebih baik daripada dia terluka. Begitulah tanggung jawab orang tua.

Begitu pun halnya dengan urusan Covid-19.

Karena virus ini tak hanya mampu membunuh manusia tapi juga melumpuhkan perekonomian, maka Negara melalui aparaturnya harus mengingatkan warga.

Terhadap warga yang tingkat kesadarannya bagus, Negara cukup menghimbau dan mengingatkan.

Terhadap warga yang mutu kejiwaannya masih kanak-kanak, kualitas kesadarannya belum maksimal, dan rasa tanggung jawab sosialnya minim, Negara perlu memaksanya. Ibarat merebut pisau tajam beracun dari genggamannya.

Tak apa-apa, jika dia rewel, protes dan nangis. Namanya juga anak-anak. Kelak mereka sadar: bahwa pisau dirampas karena nyawanya lebih penting daripada omelannya.

Dan karena "melindungi segenap tumpah darah Indonesia" adalah tujuan no. 1 dari pendirian Negara kita ini. Tabe. (*)

*Even Edomeko adalah Camat Nelle, Kabupaten Sikka - Flores.

RELATED NEWS