SOROTAN: Sank Gallen dan Impian Hampa Geothermal Sittertobel - Bagian Kedua

redaksi - Jumat, 04 April 2025 17:41
SOROTAN: Sank Gallen dan Impian Hampa Geothermal Sittertobel - Bagian KeduaRomo Stefanus Wolo Itu (sumber: Dokpri)

Oleh: Romo Stefanus Wolo Itu

SEPUTAR Sankt Gallen. Beberapa kali saya mengunjungi wilayah kanton dan ibu kota Sankt Gallen. Kanton ini berada di timur laut Swiss. Bila Basel terletak di sudut tiga negara, kanton Sankt Gallen berada di sudut empat negara: Swiss, Jerman, Austria dan Lichtenstein. Hebat Sankt Gallen.

Sankt Gallen adalah nama negara federal sekaligus ibu kota. Kota tua dan indah ini didirikan tahun 729 atau abad ke 7 oleh St. Othmar(689-759). Dia membangun kota untuk menghormati Santo Gallus.

Gallus kelahiran tahun 550 di Irlandia. Bersama Santu Columbanus mereka menjadi misionaris dan pertama. Berkelana sambil mewartakan iman kristen. Awalnya ke Perancis dan mendirikan beberapa biara di sana. Salah satu yang terkenal adalah Luxeuil.

Ketika Columbanus meninggal, para anggota memilih Gallus menjadi Abbas. Dia tak bersedia dan melanjutkan pengembaraan ke Jerman dan Swiss. Tahun 612 ia membangun rumah pertapaan Sankt Gallen. 

Meski tidak pernah menjadi Abbas dan Uskup, ia dikenal sebagai perintis kekristenan di Swiss. Gallus meninggal 16 Oktober 640 di Arborn dan dimakamkan di rumah pertapaannya.

Setelah kematiannya, para murid murid Gallus menetap di biara. Tahun 837 - 839 para pengikutnya membangun kubur baru di ruang katakombe.

 Mereka mengikuti spiritualitas Santo Gallus dan Columbanus. Keduanya menekankan keseimbangan hidup doa, kerja tangan, membaca dan pengajaran rohani. Tahun 719 Santo Othmar membesar pertapaan menjadi biara Sankt Gallen.

Gereja megah Sankt Gallen saat ini mulai dibangun tahun 755 oleh pangeran Cölestin Gugger von Staudach dan selesai tahun 1767. Gereja ini dirancang oleh arsitek Austria, Peter Thumd(1681-1766). 

Tahun 1805 gereja biara ini dijadikan gereja paroki. Tahun 1847 menjadi gereja Katedral bertepatan dengan pendirian Keuskupan Sankt Gallen.

Peter Thumd juga merancang perpustakaan Abbey dan mulai dibangun pada abad ke 8. Perpustakaan ini dikenal sebagai salah satu perpustakaan tertua di dunia. Di dalamnya terdapat kurang lebih 160 ribu teks-teks berharga. 

Teks-teks itu berusia ratusan bahkan ribuan tahun. Misalnya nota penjualan properti biara abad kedelapan, injil Yohanes abad ke delapan, alkitab tulisan tangan, karya liturgi, buku doa dan biografi para kudus.

Bulan Juni tahun 2024 lalu, saya bersama dr. Andreas sekeluarga dari Cikarang Jakarta mengunjungi Katedral Sankt Gallen, museum budaya dan perpustakaan Abbey. Gereja Katedral indah, megah, berwibawa dan bersih. Para pengunjung masuk keluar silih berganti.

Saya berguyon dengan dr. Andreas: "Gereja ini bukan hanya tempat doa, ekaristi atau devosi lain. Gereja ini juga merupakan sebuah rumah sakit". 

Andreas kaget dan berkata: "Ah, masa jadi rumah sakit? Yang benar saja Romo Stef". 

Saya menjawab sambil tertawa: "Maksudnya  rumah sakit bagi para pendosa. Mereka datang menyetor dosa dan mencari ketenangan batin. Gereja ini bukan museum bagi orang-orang kudus", jawab saya sambil tertawa.

Saat hendak menuju perpustakaan Abbey saya ganggu lagi dr. Andreas: "Andreas itu gudang senjata! Dokter mau miliki senjata? Senjata itu ada di perpustakaan!" 

Andreas terdiam. "Buku adalah senjata terbaik di dunia. Ruang senjata adalah gudang terhebat yang bisa kita miliki. Persenjatai diri kita dengan buku", kata saya mengutip Russel T. Davies, penulis skenario dan Produser Televisi asal Wales.

Bangunan perpustakaan megah saat ini dibangun 1758-1767. Sebuah "gudang senjata intelektual" bergaya ROCOCO. Rococo adalah gaya arsitektur Perancis. Salah satu cara orang-orang Perancis mengekspresikan seni mereka. Gaya Racoco memiliki banyak hiasan, dramatis dan megah. 

Di perpustakaan Abbey kita menyaksikan ukiran kayu mengkilap, balkon bergelombang serta lukisan indah pada dinding dan loteng. Sejak tahun 1983, Katedral Sankt Gallen dan perpustakaan Abbey menjadi situs warisan budaya UNESCO. Karena itu semakin ramai dikunjungi para turis.

Geothermieprojekt Sittertobel  Sank Gallen (Proyek Geotherma Sittertobel  di Kota Sank Gallen) (Sumber foto:www.tisa.ch/geothermie-stgallen-stadtwerke).

Impian Hampa Geothermal Sittertobel

Satu kesempatan lain saya mengunjungi keluarga Indonesia di Sankt Gallen. Saya menumpang kereta melewati Sittertobel. Sittertobel letaknya tak jauh dari kota Sankt Gallen. 

Ja, sekitar tiga kilometer. Kebetulan saya menumpang kereta jalur Sankt Gallen-Wattwil. Kami melewati Sitterbrücke atau jembatan kereta api jalur tunggal Sitter. Panjang jembatan Sitter 365 meter dan tinggi 99 meter. Inilah jembatan kereta api tertinggi di Swiss.

Adakah hal lain yang menarik selain jembatan Sitter? Ja, tentu saja. Sittertobel memiliki potensi panas bumi. Masyarakat Sankt Gallen menaruh harapan besar pada kehadiran proyek ini. Mereka memiliki impian besar. Warga kota Sankt Gallen akan menggunakan energi panas bumi.

Mereka memiliki alasan positif dan masuk akal. Termasuk ramah lingkungan. Adakah pro kontra? Tentu saja. Tapi mereka mengambil jalan referendum. 

Negara Swiss terkenal karena paling banyak membuat referendum. Tahun 2010 mereka  mengadakan referendum. Mayoritas masyarakat mendukung proyek ini. 

Mereka juga menyetujui pinjaman 160 juta Euro yang digunakan untuk membiayai pengeboran, pembangunan sarana pembangkit dan perluasan jaringan listrik.

Pertengahan tahun 2012 hingga pertengahan 2013, perusahaan ITAG Tiefbohr GmBH memulai pengeboran. Tahap pertama kedalaman 1000 meter. 

Tahap selanjutnya 3000 hingga 4378 meter. Saat pengeboran, sejumlah stasiun pengukuran seismik dipasang di sekitar lokasi. Perangkat digital ini merekam dan memantau pergerakan tanah setiap saat atau selama gempa bumi.

Apa yang terjadi? Pada tanggal 20 Juli 2013 jam 05.30 terjadi gempa bumi pada kedalaman 4 kilometer dan berkekuatan 3,6 skala Richter. Hampir seluruh wilayah Sankt Gallen terguncang dan mengakibatkan beberapa kerusakan. Setelah dua bulan pekerjaan dilanjutkan. 

Lubang Bor distabilkan. Tapi para penanggungjawab proyek diliputi kekuatiran. Mereka teringat akan gempa bumi Basel tahun 2006.

Mereka belajar dari pengalaman Kleinhüningen Basel dan segera menghentikan pengeboran. Mereka mengalami kerugian puluhan juta Euro. Bulan Mei 2014 pemerintahan kota Sankt Gallen membuat keputusan akhir. 

Proyek Geothermal Sittertobel dihentikan! Mengapa? Karena kombinasi antara ketersediaan air yang tidak mencukupi, meningkatnya resiko gempa bumi dan endapan gas yang tak terduga pada lapisan batuan.

Mereka semua kecewa karena proyek impian dihentikan. Kekecewaan yang meliputi  masyarakat kota Sankt Gallen maupun semua pihak yang bertanggung jawab langsung. Potensi dan manfaat energi panas bumi memang tak terbantahkan. 

Hal itu diakui oleh pemerintah federal Sankt Gallen. Namun setelah peristiwa gempa bumi mereka menolak pengeboran lanjut. Banyak resiko dan berbiaya tinggi. Apalagi diambil dari hutang pinjaman yang sangat tinggi.

Itulah pengalaman proyek geothermal Sittertobel Sankt Gallen Swiss. Mereka sangat ambisius, proaktif dan optimis menjalankan proyek panas bumi. Sayang resiko bencananya sangat besar. Mereka berani menghentikan dan meninggalkan proyek geothermal impian. 

Saya ingat nasihat presiden Amerika Theodore Roosevelt(1858-1919): "Pada saat pengambilan keputusan, hal terbaik yang dapat kamu lakukan adalah hal yang benar. Hal terbaik berikutnya adalah hal yang salah. Dan hal terburuk yang dapat kamu lakukan adalah tidak melakukan apa-apa".

(Bersambung)

Kirchgasse 4, 5074 Eiken AG 
Kamis Malam 3. April 2025. ***

RELATED NEWS