Sumba Naik Kelas, Investor Terlambat Bisa Rugi

redaksi - Selasa, 24 Februari 2026 19:22
Sumba Naik Kelas, Investor Terlambat Bisa RugiKampung Tradisional Ratenggaro, Sumba (sumber: Istimewa)

WAINGAPU,  SUMBA TIMUR (Floresku.com) -  Pulau Sumba kini kian diperhitungkan sebagai destinasi investasi baru di Indonesia timur. Dengan karakter alam yang masih perawan dan pendekatan pariwisata eksklusif, Sumba dipandang sebagai wilayah dengan potensi pertumbuhan tinggi berbasis kualitas, bukan kuantitas wisatawan.

Berbeda dari destinasi mass tourism, Sumba menawarkan kelangkaan lahan dan keaslian lingkungan yang menjadi daya tarik utama investor jangka panjang. Konsep pengembangan yang mengedepankan keberlanjutan membuat nilai properti di kawasan ini bergerak stabil dengan prospek capital gain signifikan.

Data kunjungan di Sumba Timur mencatat lebih dari 41 ribu wisatawan sepanjang 2025. Tren ini menunjukkan peningkatan minat pasar domestik maupun internasional terhadap pengalaman wisata autentik yang jauh dari keramaian.

Baca juga:

Sejumlah titik unggulan mulai dilirik investor global. Pantai Mamboro dikenal dengan hamparan pasir luas dan lanskap eksotis yang masih alami. Sementara Waikuri Lagoon menawarkan panorama laguna unik yang menjadi magnet wisata berbasis alam.

Dari sisi budaya, Kampung Adat Ratenggaro memperkuat citra Sumba sebagai destinasi premium dengan warisan megalitik yang khas. Kombinasi alam, budaya, dan eksklusivitas inilah yang mendorong percepatan investasi.

Pengamat properti menilai, momentum ini menjadikan Sumba sebagai kandidat kuat penerus kejayaan Bali dalam segmen wisata berkelas. Investor yang masuk lebih awal dinilai akan memperoleh keuntungan optimal, sementara yang terlambat berpotensi menghadapi harga lahan yang semakin tinggi di masa depan. (Ancis). ***

RELATED NEWS