Sumba Timur Siapkan 3.000 SDM untuk Tambak Udang Rp7 Triliun
redaksi - Minggu, 15 Februari 2026 11:58
Ilustrasi: Tambak Udang terintegrasi (sumber: KKP)WAINGAPU (Floresku.com) - Waingapu – Pemerintah Kabupaten Sumba Timur mulai menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal untuk mendukung pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi berskala nasional di wilayah tersebut.
Hal ini ditandai dengan launching penerimaan 3.000 peserta Program Pendidikan Khusus Budidaya Udang Terintegrasi yang diikuti Sekretaris Daerah Sumba Timur, Umbu Ngadu Ndamu, mewakili Bupati Sumba Timur, Selasa, 10 Februari 2026, secara virtual dari Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja.
Program ini merupakan bagian dari strategi besar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten seiring dimulainya pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu dengan nilai investasi mencapai 500 juta dolar AS atau sekitar Rp7,2 triliun.
Peluncuran rekrutmen dilakukan oleh Kepala BPPSDMKP KKP, I Nyoman Radiarta, didampingi Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb. Haeru Rahayu, Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan Alan Frendy Koropitan, serta Plt Sekretaris BPPSDMKP Joni Haryadi.

Dalam keterangan resminya, Haeru Rahayu menjelaskan bahwa kawasan tambak udang di Waingapu dikembangkan dengan konsep Integrated Shrimp Farming (ISF) di atas lahan seluas sekitar 2.150 hektare, berlokasi di Desa Palakahembi dan Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai.
Kawasan ini akan mengintegrasikan seluruh rantai produksi, mulai dari sistem pengambilan air laut, tandon, kolam budidaya, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
“Dengan teknologi dan manajemen modern, produktivitas ditargetkan mencapai 55 ton per hektare per siklus. Jika beroperasi penuh, total produksi bisa mencapai 52.800 ton per tahun,” ujar Haeru.
Sekda Umbu Ngadu Ndamu menegaskan, program pendidikan khusus bagi 3.000 SDM ini sangat penting agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama dalam industri budidaya udang modern.
Menurutnya, peserta akan dibekali keterampilan teknis berbasis teknologi, manajemen tambak, hingga praktik Good Aquaculture Practices (GAP).
“Ini langkah strategis untuk menekan pengangguran dan menciptakan tenaga kerja terampil yang siap mengelola potensi daerah sendiri,” katanya.
Saat ini, tahap awal konstruksi kawasan tambak telah dimulai dengan pengerahan alat berat. KKP juga melibatkan tenaga kerja lokal sejak fase pembangunan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir Sumba Timur.
Pemerintah daerah berharap, kombinasi investasi besar dan penguatan SDM ini dapat menjadikan Sumba Timur sebagai pusat budidaya udang nasional yang modern, berkelanjutan, dan berdaya saing ekspor. (Ans). ***

