Syarat Mengikuti Tuhan
Redaksi - Selasa, 26 Mei 2026 07:44
Pater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri diedit AI)Pesan Inspiratif
Oleh Pater Gregor Nule, SVD
Selamat pagi saudara/iku dan selamat menjalani hari baru ini.
Pengalaman harian menunjukkan bahwa hidup yang baik dan benar tuntut perjuangan dan pengorbanan. Kita hanya bisa dapatkan sesuatu yang berharga jika kita mau, berjuang terus-menerus dan rela berkorban.
Yesus berhasil mewartakan Injil kerajaan Allah dan meyakinkan banyak orang dari segala bangsa, suku, budaya dan bahasa berkat pengorbanan luar biasa, bahkan nyawaNya sendiri.
Ini semua menjadi bukti ketaatan Yesus pada kehendak Bapa, yakni keselamatan semua manusia. Yesus lakukan semuanya dengan suka rela sebagai ungkapan cinta kepada Bapa dan kepada umat manusia.
Pandangan dan sikap kita umumnya berbeda. Sering kita hitung-hitung tentang apa yang kita dapatkan kalau kita buat sesuatu untuk orang lain. Kita hitung untung dan rugi.
Perikop Injil Mrk 10: 28-31 melukiskan peringatan Yesus bahwa orang kaya sulit masuk kerajaan surga.
Lalu Petrus berikan tanggapan sekaligus pertanyaan kepada Yesus tentang imbalan yang dia dan teman-temannya dapatkan sebab mereka sudah tinggalkan semua untuk mengikuti Yesus.
Yesus ingatkan bahwa siapa saja yang telah putuskan untuk ikuti Dia dan bekerja demi penyebarluasan Kerajaan Allah di dunia pasti akan mendapatkan imbalan setimpal. Tidak ada sesuatu pun yang sia-sia tanpa balasan apa pun.
Tetapi, ada syarat yang harus dipenuhi yakni ketulusan dan kerelaan untuk berkorban. Orang yang tulus memberikan sesuatu kepada orang lain atau melakukan sesuatu untuk kebaikan bersama tidak pernah merasa terpaksa dan tanpa perhitungan untung-rugi. Ia merasa bebas dan penuh sukacita lakukan semuanya.
Sebagai pengikut Yesus kita mesti teladani Yesus. Kita belajar untuk bersikap tulus dan suka rela dalam hidup dan karya#. Kita telah terima banyak dengan cuma-cuma maka kita pun hendaknya berikan sesuatu dengan cuma-cuma pula.
Ketika hati kita dikuasai oleh sikap ingat diri dan mau.cari untung sendiri maka dalam.segala-galanya selalu disertakan perhitungan untung-rugi.
Orang yang ingat diri dan pelit hampir tidak pernah miliki kerelaan berkorban, dan banyak kali lakukan sesuatu hanya karena tugas atau kewajiban.
Ia sulit mengasihi secara tulus. Ia tidak punya waktu dan minat untuk terlibat dalam kegiatan bersama. Karena ia selalu hitung-hitung, "mau dapat apa dari semua itu". Hanya buang waktu, tenaga dan uang.
Semoga Tuhan Yesus menjadikan hati kita seperti hatiNya.
Kewapante, 26 Mei 2026. ***

