'Te Deum Laudamus', Himne Kristiani dalam Bentuk Prosa dari Zaman Kuno, Linknya Ada di Sini!

redaksi - Minggu, 16 Januari 2022 20:25
'Te Deum Laudamus', Himne Kristiani dalam Bentuk Prosa dari Zaman Kuno, Linknya Ada di Sini!Pater Willi Muller dan Padre Marco SVD sedang menyanyikan himne antik Kristiani, Te Deum Laudamus. (sumber: PdM Record)

ROMA (Floresku.com) - "Pujian bagi Tuhan. Allah Maha Kuasa. Grosser Gott wir loben Dich. Te Deum (secara luas Te Deum Laudamus, bahasa Latin artinya "Kami memuji-Mu Tuhan") adalah sebuah himne Kristiani dalam bentuk prosa dari zaman kuno," begitu tulis Padre Marco SVD pada caption tayangan youtube bertajuk Te Deum yang diproduksi PdM Record.

Menurut Padre MARCO, di dalam Gereja Katolik, Te Deum dikaitkan dengan perayaan syukur; secara tradisional dinyanyikan selama beberapa perayaan, seperti malam 31 Desember - untuk berterima kasih kepada Tuhan atas tahun yang baru saja berakhir dan memohon berkat untuk Tahun Baru - atau di Kapel Sistina di Vatikan setelah pemilihan Paus baru, sebelum Konklaf dibubarkan. 

“Dalam Liturgi Suku Doa, menurut ritus Roma dan Ambrosian, Te Deum menemukan tempatnya di akhir Bacaan, sebelum Doa Penutup, pada hari-hari raya, pada hari-hari pesta para santo, pada semua Hari Minggu kecuali hari-hari Prapaskah (dan, untuk ritus Ambrosian, juga hari-hari Adven), pada hari-hari antara Oktaf Natal dan antara Oktaf Paskah,” tulis Padre Marco lagi.

Padre Marco mejelaskan, asal usul lagu Te Deum secara tradisional dikaitkan dengan Santo Cyprianus dari Kartago. "Atau menurut legenda abad ke-delapan, dikatakan bahwa lagu itu disusun dengan dua tangan oleh Santo Ambrosius dan Santo Agustinus pada hari pembaptisan yang terakhir sebelum mereka meninggal, yang berlangsung di Milan, Italia pada tahun 386.  Oleh karena itu maka Te Deum juga disebut sebagai "Himne Ambrosian". 

“Ikuti selalu channel kami untuk mendapat tayangan-tayangan menarik: https://www.youtube.com/user/paradiso... Jangan lupa like, subscribe, share dan kommen,” ajak  Padre Marco SVD.

 

Editor: redaksi

RELATED NEWS