Terkait Koreksi Media atas Penanganan Covid-19 di Puskesmas Waning, Kadis Kesehatan Mabar: Itu Bagus

redaksi - Sabtu, 11 September 2021 15:15
Terkait  Koreksi Media atas  Penanganan Covid-19 di Puskesmas Waning, Kadis Kesehatan Mabar: Itu Bagus Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Paulus Mami (sumber: Istimewa)

LABUAN BAJO (Floresku.com) - Hampir dua tahun penuh pandemi Covid-19 merebak, dan belum ada tanda-tanda akan berakhir. Proses penangannya pun ditingkatkan, baik oleh pemerintah, tenaga medis, maupun oleh masyarakat sendiri. Namun, tak jarang argumentasi, perdebatan dan saling kritik ikut hadir di dalam proses penanganan pandemi ini. 

Bukan hanya kritik kepada pemerintah, tapi juga kepada tenaga medis sebagai garda terdepan dalam melayani kesehatan masyarakat. Kritik kepada tenaga medis bukan berarti mengganggu atau meremehkan pelayanan kesehatan, melainkan harus terbuka dengan berbagai masukan yang mungkin bisa menjadi input berharga dalam memajukan dunia kesehatan.

Salah satu tanggapan datang dari Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Paulus Mami saat dimintai tanggapan oleh media ini terhadap penanganan jenazah Covid-19 di Desa Pateng Lesu, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat. 

Kepada media ini via telepon, Paulus sangat mengapresiasi atas koreksi-koreksi media ini terhadap pelayanan puskesmas dalam menangani pasien covid-19.

“Bagus ite (anda) koreksi demi membangun di bidang kesehatan, sudah bagus itu. Bagus itu koreksi supaya terang benderang untuk melayani masyarakat. Ini’kan keluhan orang, kita perlu sampaikan, tapi kita harus klarifikasi yang benar,” kata Paulus.

Adapun persoalan penanganan jenazah Covid-19 di Desa Pateng Lesu di mana setelah pihak Puskesmas Waning memberitahukan hasil rapid kepada keluarga almarhum Yohanes Jelahu bahwa almarhum terkonfirmasi positif Covid-19, pihak puskesma malah tidak menerapkan standar protokol kesehatan dalam proses pemakaman  jenazah tersebut. Hal ini terbukti dari kondisi jenazah almarhum yang hanya dibaluti kain biasa, tanpa peti jenazah dari pihak puskesmas.

Saat dimintai klarifikasi oleh media ini terhadap berita tersebut yang berjudul “Miris, Puskesmas Waning Nyatakan Yohanes Jelahu Terpapar Covid-19, Tapi Tak Perlakukan Jenazah Sesuai Standar Prokes Covid-19”, pihak PuskesmasWaning bersikeras untuk tidak mau memberikan klarifikasidengan alasan karena berita tersebut diturunkan tanpa konfirmasi pihak Puskesmas Waning. (Tedy N)

RELATED NEWS