Terkait Pemeriksaan Mendadak oleh Tim Polda NTT, Satu Per Satu Pengusaha di Maumere Buka Suara

redaksi - Selasa, 21 September 2021 16:22
Terkait Pemeriksaan Mendadak oleh Tim Polda NTT, Satu Per Satu Pengusaha di Maumere Buka SuaraIlustrasi: Pengusaha di Maumere buka suara soal pemeriksaan mendadakn ole Tim Poda NTT (sumber: Ist)

MAUMERE (Floresku.com) -Sejak, Jumat,17 September 2021,  dua Tim Polda NTT yang melakukan penyelidikan dan  mengantongi Surat Perintah Tugas yang ditandatangani Dirreskrimsus Polda NTT Kombes Pol Johannes Bangun melakukan pemeriksaan secara mendadak atas para pengusaha di Maumere, Kabupaten Sikka.

Pemeriksaan dan penyelidikan itu sendiri dilaksanakan olehTim Polda NTT yang dipimpin Pelaksana Tugas Kanit Sub 1 Indag Ditreskrimsus Polda NTT AKP Libartino Silaban. Tiga anggota Unit Tipiter Reskrim Polres Sikka ikut mendampingi.

Aksi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan para pengusaha di Kota Maumere. Bahkan, nelakangan beredar cerita kalau tim penyelidik melakukan pemerasan terhadap pengusaha.

Libartino Silaban yang dikonfirmasi media ini, membantah adanya tindakan pemerasan pada kegiatan tersebut.

“Kalau memang itu, bisa tanya langsung ke pelaku usaha. Kalau dalam konteks pemerasan berarti si korban yang ditanya, diperas atau tidak,” jawab Libartino Silaban diplomatis kepada media ini saat konverensi pers di Mapolres Sikka, Senin (20/9).

Namun, salah satu pengusaha di luar Kota Maumere kepada media mengakui juga memberikan sejumlah uang kepada Tim Polda NTT.

Kepada media ini pengusaha itu mengatakan Jumad, 18 Setepmber 2021 siang, tim dari Polda NTT mendatangi tempatnya untuk melakukan penyelidikan dan peyidikan terhadap usahanya. Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan semua kelengkapan izin usahanya lengkap dan jelas. Namun sebelum pulang tim dari Polda NTT meminta pengusaha tersebut untuk bertemu di GO Hotel pada pukul 8 malam.

Pada malam harinya pengusaha tersebut pun pergi bertemu dengan Tim dari Polda NTTdi Go Hotel. Setelah beberapa jam di Go Hotel si pengusaha tersebut juga menyerahkan uang  sebesar 1 juta rupiah kepada tim Polda NTT.

Pengusaha tersebut juga mengatakan kalau tim Polda mengatakan uang itu untuk menjalin kerja sama antara tim Polda dan si pengusaha tersebut.

Seorang pengusaha tahu tempe yang juga dipanggil menghadap pada sabtu malam (19/9/2021) ini pun nekad melawan. Dia tidak mau melayani panggilan Tim Polda NTT sampai dengan minggu sore.

“Sabtu pagi saya ditelpon suruh saya datang, tapi saya tidak datang. Minggu pagi saya ditelpon lagi, minta datang sore, tapi saya tidak mau datang. Kenapa tidak meminta kami bertemu di rumah kami saja atau di Polres saja," ucapnya.

Diduga terjadi transaksi puluhan juta rupiah berlangsung di Hotel Go. Hotel ini menjadi tempat penginapan Tim Polda NTT.

Para pemilik toko tersebut ditelpon untuk menghadap Tim Polda NTT di Hotel Go. Mereka membawa serta dokumen terkait yang berhubungan dengan perusahaan dan izin usaha.

Libartino Silaban menjelaskan sekitar 8-10 pengusaha yang datang ke Hotel Go. Tim Polda melakukan pemeriksaan dokumen perusahaan seperti perizinan, merk, sertifikat, izin distributor, dan persetujuan dari produsen. (Mardat) ***

Editor: Redaksi

RELATED NEWS