TNI-Polri dan Pemda Mabar Doakan Korban KM Purtri Sakinah
redaksi - Kamis, 01 Januari 2026 18:32
TNI, Polri dan Pemda Mabar berdoa untuk para korban KM Putri Sakinah (sumber: Humas Polres Mabar)LABUAN BAJO (Floresku.com) - Menjelang pergantian tahun, Labuan Bajo tidak menutup 2025 dengan pesta dan gemerlap. Di lapangan hitam Mapolres Manggarai Barat, suasana justru dibalut keheningan dan doa.
TNI, Polri, serta Pemerintah Daerah Manggarai Barat berkumpul dalam doa lintas agama, sebagai ungkapan empati bagi para korban tragedi tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah dan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.
Doa bersama yang dirangkaikan dengan Apel Pengamanan Malam Tahun Baru 2026 itu berlangsung pada Rabu sore, 31 Desember 2025. Para pemuka agama Islam, Katolik, Kristen, dan Hindu secara bergantian memanjatkan doa. Di tengah perbedaan keyakinan, terjalin satu harapan bersama: keselamatan, ketabahan, dan masa depan yang lebih baik.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian kemanusiaan atas musibah yang mengguncang Labuan Bajo pada Jumat, 26 Desember 2025. Menurutnya, duka akibat tenggelamnya KM Putri Sakinah bukan hanya milik keluarga korban, melainkan duka bersama.
“Perbedaan suku, ras, bahkan kewarganegaraan tidak menghapus tanggung jawab moral kita untuk saling merasakan penderitaan sesama,” ujar Kapolres dalam keterangannya, Kamis (1/1/2026).
Ia berharap doa yang dipanjatkan menjadi kekuatan batin bagi keluarga korban, sekaligus penyemangat bagi seluruh petugas yang masih bekerja di lapangan—baik dari unsur Polri, TNI, Basarnas, Pemerintah Daerah, maupun relawan kemanusiaan. Ungkapan duka cita pun disampaikan secara pribadi dan kelembagaan, seraya berharap seluruh korban yang masih hilang dapat segera ditemukan.
Lebih jauh, AKBP Christian mengingatkan bahwa momentum tahun baru semestinya dimaknai sebagai saat memperkuat nilai kemanusiaan, persatuan, dan solidaritas sosial, bukan sekadar perayaan seremonial. Doa lintas agama, katanya, menjadi simbol nyata bahwa kepedulian tidak mengenal batas perbedaan.
Baca juga:
- BERSAMA MARIA KITA JALANI TAHUN 2026 DENGAN PENUH HARAPAN
- Dialektika: Siapakah Diri Kita
- Catatan Akhir Tahun: Perempuan Tergusur Industri Ekstraktif
Di sisi lain, Kapolres memastikan bahwa upaya pencarian korban KM Putri Sakinah terus dilakukan secara intensif. Operasi SAR gabungan telah memasuki hari ketujuh, dengan pengerahan personel serta sarana pendukung secara maksimal.
Hingga saat ini, tujuh orang dinyatakan selamat, satu korban telah ditemukan meninggal, dan tiga orang lainnya masih dalam pencarian.
KM Putri Sakinah, kapal motor berbobot 27 Gross Tonnage (GT), diketahui mengangkut 11 orang saat berlayar dari Pulau Kambing menuju Pulau Komodo. Penumpang terdiri dari enam wisatawan asing asal Spanyol, satu pemandu wisata, serta empat anak buah kapal termasuk kapten. Kapal tersebut tenggelam di perairan Selat Padar akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Lokasi tenggelamnya kapal berada di sebelah barat Pulau Flores, pada koordinat 08°36'35.26"S – 119°36'42.84"E, sekitar 23 mil laut ke arah barat dari Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo.
Dalam keheningan doa dan kerja kemanusiaan yang terus berjalan, Labuan Bajo menyongsong tahun 2026 dengan harapan: agar duka menemukan penghiburan, pencarian membuahkan kepastian, dan kemanusiaan tetap menjadi pijakan bersama.

