Wamenpar: Wamena Punya Potensi Besar Jadi Destinasi Wisata Budaya dan Agrowisata
Redaksi - Jumat, 07 Agustus 2026 16:35
Wamenpar Ni Luh disambut oleh Warga Wamena (sumber: Biro Kom. Kemenpar)WAMENA (Floresku.com) – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menilai Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu destinasi wisata budaya dan agrowisata unggulan Indonesia.
Kekayaan tradisi masyarakat adat, warisan budaya yang masih lestari, serta produk-produk lokal dinilai mampu menghadirkan pengalaman wisata autentik yang semakin diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.

Penilaian tersebut disampaikan Wamenpar saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah destinasi wisata di Wamena pada Kamis (6/8/2026). Kunjungan itu merupakan bagian dari upaya Kementerian Pariwisata mendorong pengembangan destinasi berbasis budaya lokal yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Perjalanan diawali dengan mengunjungi Desa Wisata Kumugima. Desa ini telah lama dikenal sebagai salah satu tujuan wisata budaya yang menawarkan pengalaman hidup bersama masyarakat adat.
Wisatawan dapat menyaksikan tradisi bakar batu, pertunjukan tari tradisional, hingga rumah adat honai yang masih dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Pegunungan Tengah Papua.
"Senang sekali ini pertama kalinya saya datang ke Wamena. Saya sangat senang bisa melihat langsung potensi wisata yang luar biasa di sini bersama Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati," ujar Ni Luh.
Mumi Berusia 300 Tahun Jadi Daya Tarik Dunia
Dari Kumugima, Wamenpar melanjutkan perjalanan ke Desa Wisata Aikima untuk melihat salah satu ikon wisata budaya Wamena, yakni mumi berusia lebih dari 300 tahun.
Mumi tersebut merupakan jasad Kepala Suku Wirafak Elosak yang dipercaya hidup pada masa perang antarsuku. Berdasarkan cerita turun-temurun, sebelum wafat ia berpesan agar jasadnya diawetkan sebagai warisan bagi keturunannya. Hingga kini, mumi tersebut tetap dirawat oleh masyarakat adat dan menjadi salah satu objek wisata budaya yang terkenal hingga mancanegara.

Menurut Ni Luh, keberadaan warisan budaya seperti ini merupakan kekayaan yang tidak dimiliki banyak daerah dan menjadi nilai tambah penting dalam pengembangan pariwisata Papua.
Wisatawan Italia Kagum pada Wamena
Saat berada di lokasi, Wamenpar juga berbincang dengan sejumlah wisatawan asal Italia yang mengaku sengaja memasukkan Wamena ke dalam rute perjalanan mereka setelah mengunjungi Raja Ampat. Mereka datang untuk menikmati kekayaan budaya masyarakat Papua sekaligus menghadiri Festival Budaya Lembah Baliem.

"Saya sempat bertemu wisatawan dari Italia. Mereka mengaku sangat menikmati pengalaman berada di Wamena setelah dari Raja Ampat," kata Ni Luh.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Wamena mulai menjadi bagian penting dari jalur wisata Papua, terutama bagi wisatawan yang mencari pengalaman budaya yang autentik.
Budaya dan Agrowisata Harus Dikembangkan Bersama
Selain meninjau objek wisata budaya, Wamenpar juga mengunjungi Workshop Noken Street Fashion yang menampilkan kreativitas para perajin noken khas Papua. Menurutnya, kerajinan tradisional seperti noken merupakan bagian penting dari ekosistem pariwisata karena tidak hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.
Ni Luh juga meninjau kebun nanas di Kumugima serta melihat potensi kopi Wamena yang telah dikenal memiliki cita rasa khas dan menjadi salah satu komoditas unggulan Papua Pegunungan.

Ia menilai potensi agrowisata tersebut dapat dipadukan dengan wisata budaya sehingga wisatawan memiliki lebih banyak aktivitas dan terdorong untuk tinggal lebih lama di Wamena.
"Masih banyak pekerjaan rumah yang bisa kita kerjakan bersama pemerintah daerah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperpanjang length of stay mereka," ujarnya.


Menurut Wamenpar, kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menjadi kunci dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan wisata budaya, sejarah, alam, dan agrowisata dalam satu paket pengalaman, Wamena diyakini mampu meningkatkan daya saing sebagai destinasi unggulan sekaligus menghadirkan kesejahteraan yang lebih besar bagi masyarakat setempat. (Leoni- Sumber: Biro Kom. Kemenpar). ***

