Warga Maumere Perlu Berhati-hati Jika Ingin Berbelanja Produk Momoyo Lewat Aplikasi Tiktok
redaksi - Rabu, 02 April 2025 19:35
MAUMERE (Floresku.com) - Berbelanja secara online melalui berbagai aplikasi, termasuk aplikasi Tiktok, memberikan banyak kemudahaan bagi warga masyarakat.
Namun, tak jarang terjadi, aplikasi berbelanja online tidak berfungsi baik, atau dimanipulasi oleh pihak tertentu, sehingga warga masyarakat telah mengeluarkan dana samasekali tidak mendapatkan barang yang dibelinya.
Belakangan ini, sejumlah warga Kota Maumere menuai masalah ketika berbelanja produk Momoyo melalui aplkasi Tiktok.
Minggu, 31 Maret 2025 pukul13.26 Wita seorang ibu, sebut saja Maria (bukan nama sebenarnya) berbelanja produk minuman Momoyo lewat akun Tiktok.
Menurut Maria proses transaksi berjalan lancar dan tertera ‘berhasil’ di aplikasi Tiktok pada Hp-nya.
“Terbaca dari notifikasi shop Tokopedia bahwa transaksi berhasil,” ujarnya kepada media ini.
Keesokan harinya, Senin, 1 April 2025, Maria ke toko Momoyo guna menunjukkan bukti transaksi /barcode kepada kasir supayamendapatkan barang yang dibelinya secara online itu.
- Aktor Senior Ray Sahetapy Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun
- Modus Penipuan Mengintai Saat Lebaran, BRI Berikan Cara Terhindar dari Kejahatan Siber
Ternyata, setelah dicek oleh kasir toko Momoyo, tidak ada transaksi tercatat atas nama Maria yang masuk ke sistem.
“Maaf bu, tidak ada transaksi yang masuk atas nama Maria. Lagi pula kami tidak melayani pembelian secara oniline melalui aplikasi Tiktok,” ujar sang kasir.
Hal itu dibenarkan oleh rekan kerjanya bernama Ina.
Menurut Ina. tranksaksi online yang tidak valid melalui aplikasi Tiktok sudah sering terjadi.
Ina kemudian memperlihatkan bukti transaksi yang tidak valid dari sejumlah pelanggan yang terekam di HP-nya.
“Kami tidak tahu mengapa hal seperti terjadi. Biasanya, dia menambahkan, setelah komplain dan mendapat penjeasan dari kami, mereka langsung pulang," jelas Ina
Ketika ditanya apakah sudah berapa orang yang komplain?
“Oh, sudah banyak sekali bu yang komplain mengenai masalah seperti ini. Kami tidak bisa buat apa-apa. Soalnya, kami hanya karyawan, sedangkan Tiktok-nya ada di pusat,” ujar Ina pula.
Namun, Ina tak bisa menjelaskan di mana kantor pusat admin Tiktok itu.
Kemudian media ini mengofirmasikan hal ini kepada Gabriel, pemilik Toko Momoyo Maumere. Mengaku sedang berada di luar kota, Gabriel mejelaskan melalui telepon, “Ini (aplikasi Tiktok) adalah program dari kantor pusat.”
Gabriel mengatakan, “sepertinya ada miskomuniksi antara kantor pusat dan kami di Maumuere.”
“Nanti, setelah ini kita konfirmasi ke pusat, kalau memang ada kerugian dari pihak pelanggan, nanti kita koordinasikan. Pokoknya, kita tetap bertanggung jawab (atas kerugian pelanggan),” jelas Gabriel .
Gabriel mengakui baru hari ini mendapatkan komplain mengenai masalah sepert ini.
“Baru hari ini saya mendapat laporan. Untuk pelanggan yang sudah bertransaksi sebenarnya bisa melakukan proses refund dari aplikasi yang di gunakan,” pungkas Gabriel. (Silvia). ***