Yasukmabar Luncurkan Peta Jalan Pendidikan Katolik 2026–2031

Redaksi - Sabtu, 18 Juli 2026 21:24
Yasukmabar Luncurkan Peta Jalan Pendidikan Katolik 2026–2031Foto bersama usai Misa dan acara Peluncuran Peta Jalan Pendidikan Katolik di Manggari barat, periode 2026-2-031. (sumber: Vinsen Patno)

LABUAN BAJO (Floresku.com( – Yayasan Sekolah Umat Katolik Manggarai Barat (Yasukmabar) menandai babak baru pengembangan pendidikan Katolik di Keuskupan Labuan Bajo dengan meluncurkan ‘Peta Jalan Penyelenggaraan Pendidikan Katolik Yasukmabar 2026–2031.’ 

Peluncuran dilakukan bertepatan dengan Misa Pembukaan Tahun Ajaran 2026/2027 yang dipimpin Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, di Gereja Santo Petrus Sernaru, Labuan Bajo, Sabtu (18/7).

Perayaan Ekaristi mengusung tema "Membangun Komunitas Pendidikan yang Adil, Berbelarasa, dan Berpengharapan". Sekitar 2.000 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan siswa dari sekolah-sekolah di bawah naungan Yasukmabar mengikuti perayaan tersebut. Mereka berasal dari SDK Wae Medu, SMP St. Ignatius Loyola, SMAK Seminari St. Yohanes Paulus II, SMAS Santa Familia Wae Nakeng, dan SMKS Stella Maris Labuan Bajo.

Dalam homilinya, Mgr. Maksimus Regus mengajak seluruh warga sekolah memandang sekolah sebagai "ladang" tempat bertumbuh dalam iman, ilmu pengetahuan, dan karakter.

Merujuk pada Kitab Nabi Mikha, ia menegaskan bahwa ladang pendidikan harus dipelihara melalui tiga nilai utama, yakni keadilan, bela rasa, dan harapan.

"Sekolah adalah ladang kita. Di sana ada aturan, etika, dan tanggung jawab yang harus dipelihara bersama," kata Uskup Maksimus.

Ia menjelaskan, sikap adil dimulai dari kemampuan setiap orang memahami hak dan kewajibannya. Sementara itu, bela rasa diwujudkan dengan saling membantu dan menguatkan, terutama terhadap mereka yang sedang mengalami kesulitan.

Mengutip Injil Matius, Mgr. Maksimus mengingatkan agar komunitas pendidikan tidak menjadi tempat yang mematahkan harapan orang lain.

"Ladang sekolah adalah tempat merawat harapan. Orang tua menyekolahkan anak karena memiliki harapan. Gereja, masyarakat, bahkan setiap siswa memiliki cita-cita yang harus dijaga bersama. Pendidikan Katolik akan bermakna jika terus memelihara harapan itu," ujarnya.

Momentum tersebut juga menjadi tonggak penting bagi Yasukmabar melalui peluncuran dua dokumen strategis, yakni Peta Jalan Penyelenggaraan Pendidikan Katolik Yasukmabar 2026–2031 dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Yayasan.

Baca juga:

Dokumen peta jalan merupakan hasil kolaborasi Yasukmabar dengan Universitas Katolik (Unika) Santo Paulus Ruteng. Peluncuran ditandai dengan penandatanganan dokumen oleh Mgr. Maksimus Regus dan penyerahan kepada para kepala sekolah serta perwakilan organ yayasan.

Pada kesempatan yang sama, Yasukmabar dan Unika Santo Paulus Ruteng juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen bersama dalam pengembangan mutu pendidikan Katolik di Keuskupan Labuan Bajo.

Ketua Yasukmabar, Romo Yohanes F. Selman, Pr, mengatakan peluncuran kedua dokumen tersebut menjadi tonggak sejarah baru setelah yayasan genap berusia enam tahun pada 17 Juni 2026.

"Enam tahun mungkin bukan usia yang panjang, tetapi cukup menjadi masa pembelajaran, refleksi, sekaligus peneguhan arah. Hari ini kami meluncurkan dua dokumen fundamental yang akan menjadi fondasi baru dalam membangun pendidikan Katolik di Keuskupan Labuan Bajo," katanya.

Menurut Romo Yohanes, peta jalan tersebut lahir dari kesadaran bahwa pendidikan merupakan bagian tak terpisahkan dari misi Gereja untuk membangun martabat manusia dan mempersiapkan generasi yang beriman, berkarakter, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan zaman.

Seluruh arah pengembangan pendidikan itu, lanjutnya, berpijak pada semangat pastoral Uskup Labuan Bajo dengan motto Ut Mundus Salvetur Per Ipsum (Supaya Dunia Diselamatkan oleh-Nya).

Saat ini Yasukmabar menaungi 94 sekolah, terdiri atas 82 SD Katolik, tujuh SMP Katolik, empat SMA Katolik, dan satu SMK Katolik yang tersebar di wilayah Keuskupan Labuan Bajo. Dari jumlah tersebut, enam sekolah dikelola secara langsung oleh yayasan. Berdasarkan data Tahun Ajaran 2025/2026, Yasukmabar melayani sekitar 12.000 siswa dengan dukungan sekitar 1.000 guru.

Dengan peluncuran peta jalan tersebut, Yasukmabar berharap pendidikan Katolik di Manggarai Barat semakin memiliki arah pengembangan yang jelas, tata kelola yang kuat, serta mampu melahirkan generasi yang unggul secara akademik, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Injil. (Vinsen Patno). ***

RELATED NEWS