Rumah Retak dan Hancur, Warga Kambe, Kisol Bertahan di Tenda: Sampai Kapan?

Redaksi - Rabu, 19 Agustus 2026 13:05
Rumah Retak dan Hancur, Warga Kambe, Kisol Bertahan di Tenda: Sampai Kapan?Seorang anak, warga Kambe-Kisol tidur di tenda darurat. (sumber: Facebook Sebastianus Anggal)

KISOL, MANGGARAI TIMUR (Floresku.com) – Empat hari setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores, warga RT 12/RW04 Kambe, Kelurahan Tana Rata, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur, masih bertahan dalam kondisi darurat.

Melalui akun facebooknya, Sebastianus Anggal menulis: “Warga Kambe- Kisol Kelurahan Tanah Rata bertahan di tenda di halaman rumah masing-masing. Rata rata rumah rusak parah, tetapi belum ada bantuan darurat pemerintah.”

Sementara itu, seorang warga Kambe lainnya yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, gempa telah menewaskan satu anggota komunitas, melukai beberapa warga, serta memporak-porandakan sekitar 20 rumah di lingkungan mereka.

Baca juga:

“Sekitar belasan rumah masuk kategori rusak parah sehingga tidak bisa lagi dihuni. Beberapa rumah lainnya mengalami retak-retak dan membutuhkan perbaikan,” katanya kepada Floresku.com.

 Tidur di Luar Rumah dengan Tenda Darurat

Kondisi warga semakin memprihatinkan karena hingga hari ketiga pascagempa, sebagian warga masih terpaksa tidur di luar rumah.

Mereka menggunakan tenda darurat yang dibuat dari terpal tipis. Sebagian warga lainnya memilih tidur di teras rumah karena khawatir bangunan kembali roboh akibat gempa susulan.

“Kalau ada gempa susulan, kami langsung terbangun dan keluar. Gempa susulan terus terjadi sehingga kami tidak berani tidur di dalam rumah,” ujarnya.

Situasi tersebut membuat warga tidak hanya menghadapi persoalan kerusakan rumah, tetapi juga kebutuhan dasar untuk bertahan selama masa darurat.

Warga: Bantuan Terkendala Data?

Di tengah kondisi tersebut, seorang warga mengaku secara pribadi berusaha mencari informasi dengan menghubungi pejabat Pemerintah Daerah Manggarai Timur di Borong.

Menurut penuturan warga tersebut, pejabat Pemda menyampaikan bahwa bantuan belum dapat disalurkan secara memadai karena data korban dari wilayah RT Kambe dan Kelurahan Tana Rata belum disampaikan secara aktif.

“Bantuan akan segera disalurkan kepada para korban kalau lurah atau kepala desanya aktif menyampaikan data. Kami tidak bisa berbuat apa-apa kalau tidak ada yang disampaikan kepada kami,” kata warga itu, menirukan jawaban pejabat Pemda.

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan di tengah warga: apakah korban bencana harus menunggu persoalan administrasi sebelum mendapatkan bantuan darurat?

Bagi warga yang kehilangan rumah dan masih tidur di bawah terpal, kebutuhan mereka bersifat mendesak dan tidak bisa menunggu terlalu lama.

Kurang tanggap

Sementara itu, menurut pantauan dan informasi yang disampaikan warga kepada Floresku.com, hingga hari ketiga pascagempa, Lurah Tana Rata, Gusti Rambing, maupun stafnya belum cukup tanggap dan tidak gesit melakukan koordinasi langsung dengan RT dan warga RT Kambe terkait pendataan korban serta kebutuhan bantuan.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena pendataan korban seharusnya menjadi bagian penting dalam penanganan masa tanggap darurat.

Warga berharap pemerintah kelurahan segera turun ke lapangan, melakukan pendataan rumah rusak, korban luka, korban meninggal dunia, kebutuhan pengungsian serta kebutuhan dasar masyarakat.

Mereka juga meminta pemerintah daerah tidak membiarkan persoalan koordinasi administratif menjadi hambatan bagi warga yang sedang berada dalam kondisi darurat.

Bagi warga RT Kambe, persoalannya sederhana: rumah mereka rusak, satu warga meninggal, sejumlah warga terluka, dan hingga malam ketiga mereka masih tidur di luar rumah.

Mereka membutuhkan kehadiran pemerintah sekarang, bukan sekadar menunggu data dari meja birokrasi.

Floresku.com masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari Lurah Tana Rata, Gusti Rambing, maupun Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur terkait keluhan warga tersebut.  

Barang siapa yang ingin mengulurkan tangan dan berdonasi  dapat menguhubungi Ketua RT 012 Kambe an. Bapa Yohanes P. Sale. Nomor kontak Ketua RT/warga dapat diperoleh melalui Redaksi Floresku.com: +62 878-6830-9780 atau  +62 877-9612-6088 (San)

 

Editor: Redaksi

RELATED NEWS