Semua Orang Dipanggil kepada Kekudusan
Redaksi - Sabtu, 31 Oktober 2026 20:04
Semua Orang Kudus (sumber: Katolikku.com)
Oleh Pater Gregor Nule SVD
HOMILI Hari Raya Semua Orang Kudus: Why 7:2-4.9-14;1Yoh 3:1-3; Mat 5:1-11)
Bacaan-bacaan suci hari ini mewartakan bahwa semua orang beriman dipanggil untuk memperoleh keselamatan atau dipanggil kepada kekudusan.
Tetapi, ada syarat atau kriteria tertentu yang mesti dipenuhi untuk mencapai kebahagiaan yang sejati, atau hidup sebagai orang kudus, baik selagi berziarah di dunia maupun di surga kelak.
Kitab Wahyu melukiskan sebuah penglihatan yang luar biasa dan mengagumkan tentang semua orang yang telah dimeteraikan atau mereka yang telah selamat.
Jumlah mereka sangat banyak, yakni 144.000 dari semua suku keturunan Israel, serta sejumlah besar lainnya dari segala suku, bangsa, kaum dan bahasa.
Mereka berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, mengenakan jubah putih, memegang daun palma dan selalu berseru, “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba”, (bdk Why 7:9-10).
Santo Yohanes menegaskan bahwa karena kasih karunia Allah maka kita dianugerahi status sebagai anak-anak Allah. Tugas kita adalah berusaha memelihara status itu dengan hidup baik dan suci, serta menjauhi segala bentuk kejahatan, kebencian dan kepalsuan.
Penginjil Matius mewartakan Sabda bahagia dari Yesus sebagai jaminan kepastian kebahagiaan sejati yang tahan uji karena justeru bersumber pada Allah sendiri.
Yesus meyakinkan para murid pertama di atas bukit dan semua pengikutNya sepanjang zaman bahwa kebahagiaan sejati bersumber pada Allah, ajaran dan karyaNya sendiri, asalkan orang setia mengikuti jejakNya, mendengarkan SabdaNya dan melaksanakannya.
Karena itu, orang bisa berbahagia bila hidup miskin, berdukacita, lemah lembut, lapar dan haus akan kebenaran, murah hati, suci hatinya, hidup dalam damai dan bersedia membawa damai kepada dunia, dan rela dianiaya demi kebenaran, serta siap dicela oleh karena Yesus Kristus.
Tetapi, mungkin Sabda Bahagia yang ditawarkan Yesus ini ditolak oleh dunia karena dinilai bertentangan dengan apa yang diharapkan, dicari, dikejar dan mau diraih oleh manusia yang sangat mengagungkan hidup dalam kemudahan dan kemewahan, tanpa penderitaan.
Dan, tampaknya kebahagiaan yang ditawarkan dunia lebih mengesankan dan menarik perhatian banyak orang termasuk orang-orang yang saleh dan setia pada jalan Tuhan.
Meskipun demikian, kita perlu ingat akan banyak orang kudus dan para martir yang telah menghayati dan mengamalkan sabda bahagia Yesus Kristus.
Mereka telah menunjukkan sikap lemah lembut, rendah hati, murah hati, dan rela mati demi kebenaran Injil.
Hidup dan karya mereka telah menjadi bukti penyerahan diri dan kesetiaan kepada Allah yang menjadi satu-satunya jaminan bagi kebahagiaan sejati dan damai yang dirindukan oleh setiap orang beriman.
Mereka adalah saksi iman sejati dan model kehidupan yang harus kita teladani. Sebab hanya dengan demikian status sebagai anak-anak Allah dan kebahagiaan sejati sesuai dengan kehendak Allah dapat menjadi milik kita. Panggilan untuk menjadi kudus adalah juga panggilan kita masing-masing.
Karena itu, marilah kita berdoa dengan perantaraan semua orang kudus agar hidup kita diresapi dan dijiwai oleh Sabda Bahagia serta terbuka untuk mengalami kasih Allah dalam hidup dan karya sehari-hari.
Dan semoga oleh teladan hidup para kudus kita semakin tabah dan setia berbuat baik dan suci serta hidup benar dan saleh dalam mengikuti jalan-jalan Tuhan. Amen.
Kewapante, Minggu, 01 November 2026***

