Senator AWK Mengutuk Provokator Pelaku Penyerangan atas Mahasiswa Katolik yang Sedang Berdoa Rosario

redaksi - Senin, 06 Mei 2024 15:37
Senator AWK Mengutuk Provokator Pelaku Penyerangan atas Mahasiswa Katolik yang Sedang Berdoa RosarioSenator sal NTT Angelius Wake Kako (sumber: Dokpri)

JAKARTA (Floresk.com)– Senator asal NTT yang juga Ketua Harian Forum Aktivis Nasional Angelius Wake Kako, mendesak Kapolri untuk segera menangkap provokator dan pelaku penyerangan terhadap para mahasiswa Katolik yang sedang menjalankan ibadat.

Peristiwa penyerangan itu terjadi ketika sejumlah mahasiswa sedang melakukan doa rosario di kos-kosan mereka di Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (5/5) malam.

Suasana penyerangan terhadap mahasiswa Katoli yang berdoa Rosario di Banten (Foto: Tangkapan layar video WA)

“Kapolri harus segera menangkap para provokotar dan pelaku penyerangan itu. Tidak boleh dibiarkan tindakan-tindakan kriminal dan intoleran seperti ini,” ujar Angelius Wake Kako, anggota DPD Dapil Satu Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Mantan Ketua PMKRI Nasional yang akrab disapa Angelo mengatakan bangsa ini dibangun di atas fondasi pulraritas yang menghormati perbedaan suku, agama dan golongan.

“Ini sikap dan tindakan primitif yang harus segera dibasmi. Tak boleh ada orang atau kelompok yang bertindak kriminal dan merusak sendi-sendi kehidupan bangsa,” tegasnya.

Menurut dia, negara ini berlandaskan Pancasila dan siapa pun bebas menjalankan ibadahnya. “Mereka yang menyerang orang yang sedang beribadah adalah perusak negara Indonesia sebagai negara demokrasi. Kapolri harus segera merespon ini dengan tegas,” janjut Angelo.

Dia meminta pihak kepolisian sebagai alat negara segera tangkap provokator dan pelaku penyerangan tersebut,” tegasnya.

Seperti diketahui, sejumlah mahasiswa Katolik di Serpong dari Universitas Pamulang (Unpam) yang sedang berdoa rosario sebagai bentuk devosi kepada Bunda Maria, tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang yang membawa senjata tajam, seperti samurai dan balok.

Dalam aksi penyerangan itu, dua mahasiswi mengalami luka sayatan serius, sementara seorang mahasiswa pria Muslim juga ikut terluka saat berusaha membela dan melindungi mereka.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19:30 WIB, setelah didengar teriakan provokatif dari Ketua RT setempat yang meminta para mahasiswa untuk membubarkan diri dengan kata-kata yang tidak pantas.

Angelo tak lupa memberikan apresiasi kepada sejumlah warga Islam atas aksi solidaritas mereka yang membantu menyelamatkan para mahasiswa dari serangan tersebut.

“Terima kasih atas aksi solidaritas umat Islam yang melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian setempat. Ini tindakan yang sangat terpuji,” tegasnya. ***

Editor: redaksi

RELATED NEWS