Uskup Labuan Bajo Kunjungi Shelter, Tegaskan Kasih
redaksi - Senin, 30 Maret 2026 12:39
Uskup Maksi berkunjung ke Shelter yang dikelola para suster SSpS, Labuan Bajo, Jumat (27/3), (sumber: Vinsen Patno)LABUAN BAJO (Floresku.com) – Kunjungan pastoral Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, ke Rumah Perlindungan Perempuan (Shelter) yang dikelola para Suster SSpS berlangsung pada Jumat (27/03).
Kunjungan ini tidak sekadar agenda administratif, tetapi menjadi perjumpaan yang menegaskan kehadiran Gereja di tengah kaum rentan.
Mgr. Maksimus Regus hadir bersama jajaran pimpinan Keuskupan, di antaranya Vikjen Rm. Rikardus Manggu, Sekjen Rm. Fransiskus Nala Kartijo Udu, Vikep Labuan Bajo Rm. Yuvensius Rugi, Ketua Komisi Komsos Rm. Heribertus Ratu, serta Ketua Komisi Kateketik Rm. Hermen Sanusi.

Dalam sambutannya, Uskup menyampaikan sukacita dapat hadir dan berjumpa langsung dengan para suster serta penghuni shelter. Ia menegaskan bahwa kehadiran Gereja harus nyata dalam kasih dan solidaritas. “Kami menikmati rahmat dan belas kasih Tuhan di sini, dalam kebersamaan yang saling menguatkan,” ujarnya.

Menurutnya, pelayanan para Suster SSpS memberi warna khas bagi perjalanan pastoral Keuskupan Labuan Bajo. Ia berharap karya kemanusiaan ini terus dijalankan dengan tekun dan penuh sukacita, meskipun tidak mudah.
Uskup juga mengingatkan bahwa Gereja bukan sekadar gedung atau struktur, tetapi hadir dalam realitas hidup manusia, terutama mereka yang menderita. Hal ini ditegaskan melalui perayaan Jalan Salib bersama penghuni shelter, sebagai simbol Gereja yang berjalan bersama mereka yang memanggul penderitaan.
Ketua Komisi Kateketik, Rm. Hermen Sanusi, menambahkan bahwa langkah Uskup ini merupakan bagian dari semangat “Tahun Persekutuan Sinergis,” di mana semua umat dipandang sebagai subjek aktif dalam kehidupan Gereja.
Sementara itu, Kepala Shelter SSpS Flores Barat, Sr. Frederika Tanggu Hana, mengungkapkan rasa syukur atas kunjungan tersebut. Ia menyebut kehadiran Uskup sebagai penguatan dan hiburan besar bagi para penghuni dan pendamping.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Keuskupan Labuan Bajo untuk terus menghadirkan Gereja yang solider, menghadirkan kasih nyata bagi mereka yang paling membutuhkan. (Vinsen Patno)***

