120 Mahasiswa Adminkes UNIMOF Ikuti Kamp Kepemimpinan di Wisata Bethesda Waiara
Redaksi - Minggu, 10 Mei 2026 14:13
120 mahasiswa UNIMOF mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di lokasi wisata Bethesda, Desa Waiara, selama tiga hari, 8–10 Mei 2026. (sumber: Humas UNIMOF)MAUMERE (Floresku.com) – Sebanyak 120 mahasiswa Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di lokasi wisata Bethesda, Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, selama tiga hari, 8–10 Mei 2026.
Kegiatan ini diikuti mahasiswa dari tiga angkatan, yakni semester 2, semester 4, dan semester 6. LDK tersebut mengusung tema “Menumbuhkan Pemimpin yang Adaptif, Kritis dan Berintegritas dalam Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Modern.”

Ketua Program Studi Administrasi Kesehatan UNIMOF, Yohanes Paulus Mae, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi sekaligus implementasi konsep pendidikan berdampak.
Baca juga:
- Ketua TP PKK Sikka Kembangkan Kebun Gizi Keluarga
- Bacaan Liturgis, Minggu Pekan VI Paskah
- KASIH, DASAR HIDUP DAN KARYA PARA MURID KRISTUS
“Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) ini dilatarbelakangi oleh tugas tridharma perguruan tinggi dan prinsip serta konsep pendidikan berdampak. Tujuannya adalah untuk membentuk sikap, menggodog mental, dan mengasah keterampilan mahasiswa agar tidak hanya pandai di bidang ilmunya, melainkan juga cerdas dalam kehidupan, terutama saat ia jadi pemimpin kelak,” jelas Yohanes saat membuka kegiatan tersebut.
Menurutnya, LDK tidak hanya berorientasi pada penguatan organisasi mahasiswa, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter calon pemimpin di sektor pelayanan kesehatan.
“Selain tujuan umum tersebut, LDK ini juga punya tujuan khusus yang ditargetkan pihak universitas, yakni menumbuhkan pemimpin yang adaptif, kritis, dan berintegritas,” katanya.
Ia menambahkan, tiga karakter utama tersebut sangat dibutuhkan dalam tata kelola rumah sakit, puskesmas, maupun fasilitas kesehatan lainnya di tengah tantangan pelayanan kesehatan modern yang terus berkembang.
“Ketiga karakter di atas tidak hanya digunakan dalam organisasi mahasiswa saja, tapi langsung diarahkan untuk tata kelola rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya,” lanjut Yohanes.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana LDK, A. Topan, mengatakan seluruh peserta berasal dari tiga tingkat perkuliahan yang berbeda.
“Yaitu ada mahasiswa semester 2, ada yang semester 4, dan ada yang semester 6,” jelasnya.
Yohanes berharap melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Administrasi Kesehatan UNIMOF dapat menjadi generasi pemimpin kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan moral yang kuat.
“Singkatnya, LDK ini mau mencetak pemimpin kesehatan yang bukan hanya pintar secara teknis, tapi juga punya hati dan moral,” tutupnya. (SP-Silvia). ***

