Jumat Agung: Salib, Tanda Kemuliaan

redaksi - Jumat, 03 April 2026 09:22
Jumat Agung: Salib, Tanda KemuliaanYesus disalibkan hingga wafat (sumber: ist)

Pesan Inspirtatif

Oleh: Gregor Nule SVD

HARI INI kita merenungkan dan menjalani Jumat Agung, yaitu Jumat Salib. Yesus  mengakhiri hidupNya dengan memanggul salib siksaan yang maha berat menuju puncak Golgota.

Akhirnya ,Dia disalibkan di atas palang kayu yang Dia sendiri membawanya dari halaman Balai Pengadilan Yerusalem.

Yesus mati di atas salib. Dan, tanggapan terhadap  kemstian Yesus dan salib beraneka ragam.

Bagi orang-orang yang menjatuhi hukuman mati kepada Yesus, salib dan Gokgota adalah simbol penderitaan, kehinaan dan skandal. Tetapi, bagi para prajurit Roma  yang mengeksekusi mati di salib Yesus  adalah benar-benar Allah.

Yesus bukanlah nabi dan mesias palsu sebagaimana yang dituduhkan kepadaNya. Yesus adalah Guru, Nabi, Mesias dan Allah yang rela menjadi Manusia dan rela mati di salib untuk keselamatan seluruh umat manusia.

Karena itu, bagi para pengikut Kristus, kita orang-orang yang percaya, Salib bukamlah tanda kehinaan, skandal atau kebodohan.

Salib adalah tanda kemenangan atas dosa, kesombongan, ketidakpercayaan, kemunafikan dan ingat diri.

Di atas.salib Yesus bukannya dihukum dan dihina, melainkan dimuliakan. Di atas salib Yesus membuka tanganNya seolah memanggil semua orang untuk datang kepadaNya.

Kita bangga mengimani Yesus Tersalib. Kita belajar memanggul dan menjalani salib hidup setiap hari. Kita belajar taat dan sabar, tidak mudah mengeluh, mengumpat dan melarikan diri.

Ketika kita sungguh mengimani dan mengiluti Yesus Tersalib maka kelak kita akan mengalami kemuliaan bersama Yeaus.

Semoga Tuhabn Yesus memberkati kita selalu!

Kewapante, Jumat Agung, 3 April 2026

RELATED NEWS