Redaksi
Sabtu, 09 Mei 2026
Tak dapat kita sangkal bahwa betapa besar Tuhan mencintai kita. Tuhan tidak pernah membiarkan kita terlantar dan dikecewakan.
Tanpa disadari, kita merasa telah melestarikan kearifan lokal, padahal diam-diam sedang menyederhanakan - bahkan mengosongkannya.
Orang merasa begitu dekat dengan seseorang dan sulit sekali melupakannya. Itu bisa disebut cinta.
Sesudah Yesus bangkit Dia hanya menampakkan Diri kepada orang-orang yang sungguh dekat, mencintai dan mengimaniNya.
Nama Ki Hajar Dewantara kerap hadir sebagai simbol luhur pendidikan nasional. Namun di balik citra yang hampir “disucikan” itu, tersimpan sisi lain yang lebih kompleks.
Mungkin tidak mudah kita memahami dan menerima misteri ilahi ini ketika Yesus menegaskan bahwa Dia dan Bapa adalah satu.