Maria Magdalena Menangis

Redaksi - Rabu, 22 Juli 2026 08:50
Maria Magdalena MenangisPater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)

Pesan Inspiratif

Oleh Pater Gregor Nule, SVD

Menangis adalah ungkapan perasaan yang paling mendalam. Orang menangis karena kehilangan sesuatu atau seseorang yang paling berharga dan dikasihi.

Tidak mungkin seseorang menangis asal menangis kalau bukan seorang pelakon teater atau sandiwara. Atau orang yang alami gangguan mental.

Perikop Injil Yoh 20:1.11-18 melukiskan tentang peristiwa Maria Magdalena mengunjungi makam Yesus pada hari yang masih gelap. Ia tidak takut terhadap para militer Romawi yang menjaga makam Yesus. Ia juga tidak takut terhadap apa pun yang mungkin terjadi.

Alasan yang paling utama adalah karena Maria Magdalena  tidak ingin jauh dari Yesus, kendatipun sudah mati dan dimakamkan. Ia sungguh mencintai Yesus.

Ketika melihat batu penutup makam Yesus telah diangkat dan jenasah Yesus tidak ada di dalamnya, hati Maria Magdalena sungguh hancur.   Ia menangis tak tertahankan sambil melihat ke sana ke mari.

Kata kedua Malaikat kepadanya, "Ibu mengapa engkau menangis? "Tuhanku telah diambil orang dan saya tidak tahu di mana Ia diletakkan", jawab Maria, (Yoh 20:13).

Ketika menoleh ke belakang ia melihat Yesus, tetapi ia tidak mengenalNya bahwa itulah Yesus yang bangkit. Maka Yesus bertanya, " Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?", (Yoh 20:15).

Lalu kata  Yesus kepadanya, "Maria".  Ia terkejut dan berkata, "Rabuni", artinya Guru. Lalu Yesus ingatkan Maria Magdalena agar tidak memegangNya  karena Ia belum pergi kepada Bapa di surga.

Selanjutnya Yesus minta agar Maria pergi kepada para muridNya dan menyampaikan bahwa Ia telah bangkit dan  akan pergi kepada Allah Bapa.

Dan Maria taat pada perintah Yesus. Ia menjadi utusan Yesus  untuk mewartakan pesan  kepada saudara -  saudaraNya bahwa Yesus akan pergi kepada Bapa dan AllahNya, serta Bapa dan Allah kita.

Pengalaman kedekatan Maria Magdalena dengan Yesus sungguh berbeda dari para murid lainnya. Ia sungguh mengasihi Yesus karena ia terlebih dahulu mengalami kasih dan belas kasihan Yesus.

Maria Magdalena merasa sia-sia hidup tanpa Yesus. Ia rela mengorbankan segalanya demi Yesus, sang Kekasih hati. Ia tidak rela jauh dari padaNya.

Sebelum kebangkitan Yesus Maria Magdalena  butuhkan kedekatan fisik, termasuk kedekatan dengan jenasah Yesus dalam makam. Ia tidak rela jauh dari Yesus sedetik pun.

Tetapi, setelah kebangkitan  Yesus, Maria merasakan kedekatan hati, yang lebih mendalam. Ia tidak butuhkan lagi kedekatan fisik. Itulah sebabnya Maria taat pada permintaan Yesus agar tidak memegangNya.

Maria. Magdalena yakin bahwa Yesus selalu ada bersamanya apabila ia setia melaksanakan ajaran dan perintah Yesus . Ini tanda bahwa ia mengasihi Yesus.

Kita belajar meneladani Maria Magdalena. Kita imani Yesus bukan hanya dengan otak dan perasaan kita. Kita tahu tentang ajaran Yesus. Tetapi, kita merasa jauh dari Yesus. Kita tidak alami kehadiran Yesus dalam hidup dan karya kita. Tipe hubungan demikian akan mudah sekali hilang.

Maka kita berusaha membangun  kedekatan hati dengan Yesus. Kita beri waktu untuk selalu bertemu dengan Tuhan dalam doa. Kita membaca dan merenungkan FirmanNya. Kita berusaha berbuat baik dan benar.

Ketika hati kita bersatu dengan Tuhan maka kita selalu datang kepadaNya. Kita pun akan berusaha menyenangkan hatiNya dengan hidup kita.

Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!

Kewapante, 22 Juli 2026. ***

Tags bapaYesusMurid Bagikan

RELATED NEWS