NTT Juara Baca, Rektor UNIPA Dorong Literasi Berkelanjutan

Redaksi - Rabu, 22 April 2026 13:14
NTT Juara Baca, Rektor UNIPA Dorong Literasi BerkelanjutanRektor Universitas Nusa Nipa, Maumere: Dr. Jonas K. G. D. Gobang, S.Fil., M.A. (sumber: Silvia)

MAUMERE (Floresku.com ) — Kabar membanggakan datang dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berhasil meraih peringkat pertama dalam kategori minat baca nasional. 

Capaian ini disambut penuh syukur, sekaligus menjadi momentum refleksi untuk memperkuat kualitas literasi masyarakat secara berkelanjutan.

Rektor Universitas Nusa Nipa, Dr. Jonas K. G. D. Gobang, S.Fil., M.A. menegaskan bahwa tingginya minat baca tidak boleh berhenti pada angka statistik semata, tetapi harus berdampak nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Minat baca harus melahirkan kesadaran baru dalam hidup. Tidak hanya banyak membaca, tetapi juga mampu mengolah gagasan dari kedalaman dan keluasan bacaan, baik buku, jurnal, maupun referensi ilmiah lainnya,” ungkap Dr. Jonas.

Literasi Harus Mengubah Perilaku

Sementara itu sejumlah akademisi menilai bahwa budaya membaca yang tinggi perlu diiringi refleksi kritis agar menghasilkan perubahan konkret. 

Baca juga:

Literasi yang berkualitas diyakini mampu mendorong masyarakat untuk hidup lebih hemat, menjauhi budaya konsumtif dan pesta berlebihan, serta lebih peduli terhadap lingkungan dan kesehatan.

Dalam konteks ini, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca, tetapi juga sebagai kemampuan memahami, mengolah, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

“Literasi yang baik harus berdampak pada cara hidup—mulai dari tidak membuang sampah sembarangan hingga memperhatikan gizi dan olahraga secara teratur,” tambahnya.

UNIPA Jadi Motor Penggerak Literasi

Sebagai institusi pendidikan tinggi, UNIPA memainkan peran strategis dalam membangun budaya literasi di NTT. Berbagai program inovatif terus digalakkan, mulai dari lomba resensi buku, storytelling bagi siswa SMA, lomba teater, hingga mendorong mahasiswa aktif menulis dan mempublikasikan karya ilmiah di jurnal bereputasi.

Tak hanya itu, UNIPA juga menjalin kerja sama dengan Gramedia Maumere untuk memperkuat ekosistem literasi di kalangan mahasiswa dan masyarakat. 

Kolaborasi ini rutin dihadirkan dalam berbagai kegiatan literasi, termasuk dalam perayaan dies natalis kampus.

Menanggapi masih minimnya kunjungan ke toko buku yang lokasinya berdekatan dengan kampus, pihak rektorat mengakui hal tersebut sebagai tantangan bersama. Namun, berbagai langkah strategis telah dilakukan untuk mengatasinya.

“Selama ini kami sudah membangun kerja sama dengan Gramedia, seperti lomba resensi buku dan kebijakan bagi mahasiswa baru untuk membeli buku dengan menyertakan struk pembelian. Ini bagian dari upaya menumbuhkan kebiasaan membaca,” jelasnya.

Literasi Buka Peluang dan Masa Depan

Menariknya, kerja sama tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan minat baca, tetapi juga membuka peluang kerja bagi lulusan UNIPA. Sejumlah alumni kini telah direkrut dan bekerja di Gramedia Maumere, memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan industri literasi.

Dengan berbagai inisiatif ini, diharapkan budaya literasi di NTT tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga membawa dampak kualitatif yang nyata. 

Atmosfer akademik yang kuat, ditopang oleh kebiasaan membaca dan menulis, diyakini mampu melahirkan generasi yang kritis, kreatif, dan berdaya saing di masa depan. (Silvia). ***

RELATED NEWS