Pesan Inspiratif: Orang Kecil dan Sederhana Berkenan kepada Tuhan

Redaksi - Rabu, 15 Juli 2026 11:21
Pesan Inspiratif: Orang Kecil dan Sederhana Berkenan kepada TuhanPater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)

Oleh: Pater Gregor Nule, SVD

Orang yang rendah hati tidak sombong, tidak andalkan diri, kemampuan, ketrampilan dan kekayaannya. Ia terbuka terhadap sesamanya. Ia terutama percaya dan andalkan Tuhan.

Orang yang rendah hati selalu bersyukur. Ketika berhasil  ia bersyukur dan memuji Tuhan.  Ia yakin keberhasilan yang diraihnya bukan karena usahanya, melainkan terutama karena berkat dan penyelenggaraan Tuhan.    

Keberhasilan juga sebagai buah dari bantuan orang lain. Tidak mungkin seseorang berhasil mewujudkan rencana dan mimpi tertentu tanpa bantuan dan uluran tangan sesama. Karenanya seseorang patut mengucapkan syukur dan terima kasih selalu.

Tetapi, ketika gagal orang yang rendah hati tetap saja bersyukur karena yakin bahwa kegagalan menjadi tanda bahwa manusia tidak sempurna. Ia lemah dan rapuh. Ia bisa mulai lagi dan mencapai apa yang dikehendaki.

Kegagalan bisa saja mengecewakan, tetapi menjadi keberhasilan yang tertunda. Ia akan belajar dan berusaha lenih keras lagi sehingga berhasil. Ia berusaha menempuh jalan dan cara lain sehingga hasil yang lebih memuaskan.

Dalam perikop Injil Mat 11: 25-27 Yesus bersyukur kepada Allah, Tuhan langit dan bumi, karena semua hal besar dan luar biasa telah dinyatakan kepada orang kecil dan sederhana.

Hal-hal baik dan besar  diperoleh orang kecil dan sederhana dari kebaikan dan kemurahan Allah melalui Yesus, Putera Allah dan Saudara umat manusia.

Karena itu, kita belajar dari peristiwa inkarnasi, Yesus menjadi manusia, sama dalam.segala hal dengan manusia, kecuali dalam hal dosa. Yesus lahir di dunia untuk menjadi penunjuk jalan dan pengantara manusia dengan Allah.

Hanya Yesuslah Pengantara sejati dan benar. Yesus berkata,  "Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup", (Yoh 14:6).

Segala kuasa telah diserahkan Bapa kepada Yesus.  Allah Bapa  mengenal Putera, dan sebaliknya Putera mengenal Bapa. Putera menyatakan semua kebenaran serta memperkenalkan Bapa dan kehendakNya kepada siapa saja yang berkenan.

Yesus merendahkan diri sampai rela mati di salib untuk menyelamatkan seluruh umat manusia.

Kita belajar dari Yesus yang tersalib. Dia berserah penuh kepada Bapa dan kehendakNya. Dia tidak mengelak dan menggerutu.

Dia tidak mengancam dan membenci orang-orang yang menjatuhiNya hukuman mati dan melaksanakan eksekusi hukuman mati itu. Sebaliknya, Yesus berdoa bagi mereka. " Ya Bapa, ampunilah mereka".

Inilah bukti kasih yang paling agung kepada Allah dan umat manusia. Inilah tanda kerendahan hati yang paling sempurna.

Sebagai pengikut Yesus, kita belajar rendah.hati, sederhana dan menjadi kecil.  Kita belajar berserah penuh kepada Bapa dan kehendakNya. Kita juga belajar mengampuni sesama, khususnya mereka yang memusuhi dan menyakiti kita.

Hanya dengan demikian, hati kita tenang, hidup dalam damai, bebas dan penuh sukacita.

Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!

Kewapante, 15 Juli 2026

Tags bapaYesusAllahBagikan

RELATED NEWS