Presiden Prabowo Melayat Jenazah Mgr Petrus Turang yang Disemayamkan di Katedral Jakarta
redaksi - Jumat, 04 April 2025 21:10
JAKARTA (Floresku.com) - Presiden Prabowo Subianto datang ke Gereja Katedral Jakarta Pusat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Mgr. Petrus Turang yang meninggal dunia Jumat (4/4) di Rrumah Sakit Pokok Indah.
"Saya datang melayat karena saya memang mengenal Mgr Turang, sering ketemu dan juga ada hubungan keluarga juga," kata Prabowo di Gereja Katedral, Jumat sore, 4 April 2025.
Mengutip Katolikku.com, Prabowo mengatakan perlu memberi penghormatan kepada seseorang yang berpulang. Prabowo juga menyampaikan bela sungkawa.
"Jadi ya saya kira sebagai manusia kita memberi penghormatan kita, saya ucapkan belasungkawa ke keluarganya semua. Saya kira itu," ucap dia.
Prabowo mengenang sosok Mgr. Turang sebagai orang baik. Mgr. Turang juga dinilai selalu peduli kepada rakyat kecil.
"Ya beliau orang baik, selalu berpikir positif dan beliau selalu kerja untuk rakyat kecil. Itu yang saya tahu," ucap Prabowo.
Mgr. Petrus Turang meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Jumat, 4 April 2025. Dia wafat akibat komplikasi penyakit.
"Bapa Uskup dirawat selama sebulan di RS Pondok Indah Jakarta. Jadi terakhir ini sakit komplikasi jantung, paru-paru, dan ginjal," ujar mantan sopir Petrus Turang, Yoseph S. Meko (52), seperti dikutip DetikBali di Kupang, Jumat.
Menurut Yoseph, Petrus Turang sebelumnya memiliki riwayat sakit jantung. "Sebelum menjadi Emeritus, Bapa Uskup sudah ada penyakit jantung dan ada pasang ring sekitar dua ring dan setelah itu ditambah satu ring lagi, jadi ada tiga ring," kata Yoseph.
"Bapa Uskup dirawat selama sebulan di RS Pondok Indah Jakarta. Jadi terakhir ini sakit komplikasi jantung, paru-paru, dan ginjal," ujar mantan sopir Petrus Turang, Yoseph S. Meko (52), saat dikonfirmasi detikBali di Kupang, Jumat.
Menurut Yoseph, Petrus Turang sebelumnya memiliki riwayat sakit jantung. "Sebelum menjadi Emeritus, Bapa Uskup sudah ada penyakit jantung dan ada pasang ring sekitar dua ring dan setelah itu ditambah satu ring lagi, jadi ada tiga ring," kata Yoseph
"Bapa Uskup dirawat selama sebulan di RS Pondok Indah Jakarta. Jadi terakhir ini sakit komplikasi jantung, paru-paru, dan ginjal," ujar mantan sopir Petrus Turang, Yoseph S. Meko (52), seperti dikutip DetikBali di Kupang, Jumat.
Menurut Yoseph, Petrus Turang sebelumnya memiliki riwayat sakit jantung. "Sebelum menjadi Emeritus, Bapa Uskup sudah ada penyakit jantung dan ada pasang ring sekitar dua ring dan setelah itu ditambah satu ring lagi, jadi ada tiga ring," kata Yoseph
Jenazahnya Mgr Turang disemayamkan di Katedral Jakarta hingga Sabtu (5/4) pagi.
Selanjutnya, jenazah Mgr. Turang akan diterbangkan ke Kupang, untuk dimakamkan di sana.

Profil singkat Alm. Mgr Petrus Turang
Petrus Turang lahir di Tataaran, Manado, Sulawesi Utara, 23 Februari 1947.
Dia ditahbiskan menjadi imam dioses Keuskupan Manado pada 18 Desember 1974.
Sebelum menjadi Uskup Agung Kupang, Petrus Turang sempat memegang jabatan sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Konferensi Waligereja Indonesia atau KWI.
Pada 21 April 1997 diangkat Paus Yohanes Paulus II menjadi Uskup Koajutor Keuskupan Agung Kupang.
Uskup Agung Kupang saat itu adalah Mgr, Gregorius Monteiro, SVD.
Selanjutnya, pada 27 Juli 1997 ditahbiskan menjadi Uskup Koajutor Keuskupan Agung Kupang, oleh Mgr Julius Kardinal Darmaatmadja, Uskup Agung Jakarta pada waktu itu.
Acara pentahbisan berlangsung di Arena Pameran Fatululi Kota Kupang.
Pada 10 Oktober 1997, Mgr diangkat menjadi Uskup Agung Kupang pasca wafatnya Uskup Agung Kupang Mgr Gregorius Monteiro SVD. (*)