594 Guru Manggarai Timur Ikuti Pelatihan Psikososial Pascagempa

Redaksi - Rabu, 04 November 2026 09:32
594 Guru Manggarai Timur Ikuti Pelatihan Psikososial PascagempaPara guru dan tenaga kependidikan peserta Pelatihan Layanan Psikososial Pascabencana saat mengikuti pembukaan kegiatan di SMP Negeri 1 Borong, Kamis 29 Oktober 2026. ( (sumber: Media Center Manggarai Timur)

BORONG (Floresku.com) – Sebanyak 594 guru dan tenaga kependidikan di Kabupaten Manggarai Timur, mengikuti Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial Pascabencana yang diselenggarakan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi NTT.

Pelatihan yang berlangsung dalam dua gelombang selama Oktober hingga November 2026 ini bertujuan memperkuat kapasitas pendidik dalam mendampingi pemulihan psikologis peserta didik dan komunitas sekolah setelah bencana gempa bumi.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Manggarai Timur sekaligus Fasilitator Daerah, Frumentius Hemat, menjelaskan, gelombang pertama berlangsung pada 29–31 Oktober 2026. Sementara gelombang kedua dilaksanakan pada 2–4 November 2026 dengan melibatkan kelompok guru pendidikan dasar.

Menurut Frumentius, kegiatan tersebut melibatkan total 677 orang yang terdiri atas 594 peserta, 15 panitia sekolah, 28 fasilitator daerah, dan 40 panitia dinas.

“Untuk pesertanya sebanyak 594 orang, panitia sekolah ada 15 orang, fasilitator daerah 28 orang, dan panitia dinas 40 orang,” jelas Frumentius.

Peserta berasal dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Manggarai Timur, baik jenjang pendidikan dasar maupun menengah. Khusus pendidikan menengah, mereka mencakup guru SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) dari berbagai wilayah di kabupaten tersebut.

Pelatihan ini merupakan bagian dari dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terhadap komunitas sekolah yang terdampak gempa bumi. Materi pelatihan mencakup dukungan psikososial, kemitraan, penguatan resiliensi, serta kepemimpinan dalam situasi pemulihan pascabencana.

Baca juga:

Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan tidak hanya mampu melanjutkan proses pembelajaran, tetapi juga memiliki keterampilan untuk mengenali kebutuhan psikologis peserta didik, memberikan pendampingan awal, serta membangun lingkungan sekolah yang aman dan mendukung pemulihan trauma.

Sebelumnya, Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, secara resmi membuka kegiatan tersebut di SMP Negeri 1 Borong, Kamis (29/10).

Dalam kesempatan itu, ia berharap pelatihan dapat meningkatkan kesiapsiagaan para pendidik dalam menghadapi dampak bencana, terutama dalam menjaga keberlanjutan pendidikan dan mendukung pemulihan psikologis anak-anak.

Keterlibatan ratusan guru dalam pelatihan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat peran sekolah sebagai ruang pemulihan pascabencana. Sebab, setelah bencana berlalu, anak-anak tidak hanya membutuhkan pemulihan fasilitas pendidikan, tetapi juga perhatian, rasa aman, dan pendampingan psikososial agar dapat kembali belajar dan menjalani kehidupan secara normal.

Meta description: Sebanyak 594 guru dan tenaga kependidikan di Manggarai Timur mengikuti pelatihan dukungan psikososial untuk memperkuat pemulihan sekolah pascagempa. (Dinos). ***

 

‌‌
‌‌

RELATED NEWS