ALLAH MENGUNDANG SIAPA SAJA UNTUK MENGHADIRI PERJAMUAN SURGAWI
Redaksi - Sabtu, 10 Oktober 2026 18:26
Perupmaan tentang Perjamuan Nikah (sumber: Katolikku.com)
Pater Gregor Nule SVD
HOMILI, Minggu Biasa 28A:Yes 25:6-10a; Flp 4:12-14;19-20; Mt 22:1-14)
Bacaan-bacaan hari ini mewartakan tentang Kerajaan Allah sebagai suatu kenyataan hidup yang aman, damai dan penuh sukacita. Semua orang dipanggil untuk hidup dalam kerajaan Allah.
Nabi Yesaya melukiskan Kerajaan Allah sebagai perjamuan yang sungguh istimewa dengan menu makanan yang paling lezat dan minuman anggur tua yang sedap. Perjamuan ini diperuntukkan bagi orang-orang terpilih dan terpuji, karena mereka telah memenangkan perjuangan.
Mereka tampilkan wajah yang cerah, ceria, gembira, dan penuh tawa ria, karena segala jerih payah dan duka derita telah lenyap, kematian hilang dan aib terhapus untuk selamanya (bdk Yes 25:7-8).
Injil hari ini mewartakan lukisan yang serupa tentang kerjaan Allah. Tetapi, para undangan VIP, alias undangan terhormat dan terpilih, tidak mempedulikan surat undangan untuk menghadiri perjamuan nikah yang direncanakan sang raja. Mereka lebih utamakan urusan pribadi, keluarga, dan kesibukan-kesibukan lainnya.
Mereka juga memperlakukan secara kasar dan bahkan membunuh para pembawa berita tentang pesta perjamuan yang sudah siap.
Dengan sikap dan tindakan demikian para undangan VIP bukan saja tidak menghargai para utusan tuan pesta, melainkan terutama menghina tuan pesta sendiri. Dan, sudah tentu tuan pesta atau sang raja akan marah besar dan memerintahkan pasukannya untuk membinasakan para penjahat itu.
Itulah sebabnya tuan pesta minta hamba-hambanya untuk mengundang siapa saja yang dijumpai di pasar dan di jalan-jalan. Sang raja mengundang semua orang untuk mengikuti perjamuan perkawinan anaknya.
Kerajaan Allah itu mesti dibayangkan sebagai keadaan penuh sukacita, tidak ada penderitaan, tangisan, keluh-kesah, ketidakadilan, penindasan, konflik dan pemberontakan. Semua orang yang telah berhasil masuk ke dalam kerajaan Allah hidup bersama dengan Allah. Merekalah umat pilihan Allah.
Undangan terpilih dan terhormat atau VIP adalah bangsa Israel, khusunya para pemimpin agama Yahudi dan tua-tua Israel yang menolak Yesus dan wartaNya tentang kerajaan Allah. Mereka tidak menerima Yesus dan tidak percaya kepadaNya sebagai Mesias, utusan Allah untuk menyelamatkan seluruh umat manusia.
Ini berarti mereka menolak undangan untuk masuk ke dalam Kerajaan surga. Dengan demikian, undangan itu dialihkan kepada bangsa-bangsa dan orang-orang lain yang berkehendak baik dan bersedia menerima tawaran keselamatan Allah melalui para nabi dan secara khusus, Yesus PuteraNya.
Kita bersyukur karena melalui sakramen-sakramen Gereja kita terpanggil menjadi umat Allah yang baru. Kita menerima undangan untuk mengambil bagian dalam pesta perjamuan yang diadakan Allah untuk seluruh umat pilihanNya.
Tetapi, perlu kita sadari bahwa menjadi orang yang dibaptis dan menerima undangan Allah tidak otomatis berarti kita punya hak untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga dan menikmati sukacita, serta hidup dalam rangkulan kasih dan belaskasih Allah.
Ada beberapa syarat atau tuntutan yang mesti kita perhatikan.
Tuntutan yang paling utama adalah mengindahkan dan memenuhi undangan Allah serta mengenakan pakaian pesta, yakni pakaian yang pantas sebagai tanda penghargaan kepada tuan pesta.
Setiap tamu undangan dituntut untuk memiliki hati yang bersih dan hidup pantas, yakni siap melaksanakan perintah-perintah Allah dalam hidup sehari-hari.
Hampir setiap hari kita mendapatkan undangan Tuhan untuk datang kepadaNya dan melaksanakan perintah-perintahNya.
Kita diundang untuk terlibat dalam ibadah, perayaan ekaristi, kateksese dan kegiatan memberikan bantuan karitatif kepada orang miskin, lanjut usia dan mereka yang berkebutuhan khusus.
Ibadah kepada Allah mesti sepadan dengan kehidupan harian kita sebagai wujud nyata cinta kepada Allah dan sesama manusia.
Tuhanlah yang mengundang kita. Bukan Gereja, imam, DPP, Pengurus Lingkungan atau KBG. Undangan itu istimewa dan urgen.
Apakah kita memperdulikan undangan Tuhan, atau mengabaikannya begitu saja karena kesibukan dan urusan pribadi atau karena sama sekali tidak perduli? Mungkin ada juga yang berpikir bahwa ia telah menerima sakramnen-sakramen, serta memiliki banyak pengetahuan tentang agama,
Kitab Suci dan hukum-hukum Tuhan, maka semua itu sudah cukup sebagai jaminan untuk masuk kerajaan Surga dan memperoleh keselamatan.
Kita mesti ingat bahwa kerajaan Allah sudah hadir di tengah kita. Maka Kerajaan Allah bukan sekedar janji yang akan dialami pada akhir zaman, melainkan sudah harus mulai tampak nyata dalam hidup sehari-hari.
Karena itu, seorang pengikut Kristus sejati sudah harus mengalami dan merasakan buah-buah Kerajaan Allah seperti hidup dalam damai, cinta kasih, keadilan, persaudaraan, solidaritas, kerukunan, dan kemurahan hati selagi masih ada di atas bumi ini.
Selain itu, hidup dan ajaran Kristus mesti menjiwai hidup harian kita di rumah, di tengah lingkungan masyarakat, di tempat kerja dan di pasar, kantor, sekolah dan di mana saja berada, kita hadir dan tampil sebagai saksi Kristus. Sebab kita adalah anggota kerajaan Allah yang sedang berziarah di dunia ini.
Kita juga mesti ingat bahwa hanya orang yang memperhatikan undangan Tuhan dan mengenakan pakaian pesta layak menikmati perjamuan keselamatan sekarang dan pada akhir zaman.
Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!
Kewapante, 11 Oktober 2026

